Jokowi Berikan 7 Arahan Hadapi Gejolak Ekonomi Global, Kepala Bappenas: untuk Peningkatan Produktivitas Berkelanjutan

  • Bagikan
Presiden Jokowi Bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Jokowi bersama Wapres Ma’ruf Amin, hadiri Peresmian Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2022 melalui konferensi video, Kamis (28/4/2022).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi berikan 7 (tujuh) arahan terkait penyusunan RKP 2023 sekaligus untuk menghadapi gejolak ekonomi global.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa melaporkan bahwa tema RKP Tahun 2023 adalah "Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan".

Adapun RKP ini mengusung 7 (tujuh) agenda prioritas nasional, yakni memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan.

Kemudian mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.

Hingga revolusi mental dan pembangunan kebudayaan, memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar, membangun lingkungan hidup untuk mencegah bencana dan perubahan iklim, serta memperkuat stabilitas polhukanham dan transformasi pelayanan publik.

"Target sasaran pembangunan dalam rancangan awal RKP 2023 adalah pertumbuhan ekonomi 5,3 hingga 5,9 persen, tingkat pengangguran terbuka antara 5,3 hingga 6 persen, rasio gini 0,375, penurunan emisi gas rumah kaca 27,02 persen, indeks pembangunan manusia 73,31, tingkat kemiskinan 7,5 persen, dan nilai tukar petani 103 hingga 105, nilai tukar nelayan 106 hingga 107," papar Suharso.

Dalam RKP 2023, tambah Suharso, telah ditetapkan juga beberapa major projects yang memiliki peran signifikan dalam mendukung capaian prioritas nasional.

"Beberapa major projects tersebut adalah kawasan industri prioritas dan smelter, pengelolaan terpadu UMKM, food estate, destinasi pariwisata, akselerasi pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi, reformasi sistem perlindungan sosial, reformasi sistem kesehatan nasional, pendidikan dan pelatihan vokasi untuk industri 4.0, penurunan angka kematian ibu dan stunting, wilayah adat Papua, pembangunan Ibu Kota Nusantara, jaringan pelabuhan utama terpadu, transformasi digital, serta pembangunan fasilitas pengelolaan limbah P3," paparnya. (riki/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan