Larangan Ekspor Minyak Goreng Tak Efektif, Abdullah Mansuri: Menambah Kerugian Negara Kita

  • Bagikan
Presiden Jokowi membahas masalah minyak goreng dalam negeri dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (15/3). Biro Pers Sekretariat Presiden

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri menyebut larangan ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak goreng (migor) belum efektif.

Pasalnya, kebijakan tersebut belum sesuai dengan yang diharapkan pemerintah, yakni memenuhi stok minyak goreng dengan harga terjangkau di Indonesia.

Menurut Mansuri, kebijakan tersebut justru banyak menambah kerugian negara, termasuk Indonesia.

Di samping itu, dia mengimbau agar pemerintah memanggil pemilikl perusahaan minyak goreng untuk berdiskusi menemukan solusi.

"Kalau masih memaksakan pola pemerintah sepertinya tidak efektif, justru menambah kerugian termasuk negara kita," ujar Mansuri kepada JPNN.com, Kamis (5/5).

Lebih lanjut, Mansuri bukan bermaksud agar pemerintah mencabut kebijakan itu melainkan mengimbau agar mencari solusi lain yang lebih efektif.

"Idulfitri juga sudah selesai ya. Namun, sejauh ini belum efektif untuk menurunkan harga minyak goreng," kata Mansuri.

Selain itu, makin tertahan harga yang dilarang ekspor ke luar negeri, membuat kepanikan negara-negara yang membutuhkan CPO dari Indonesia.

Harga dunia juga dikhawatirkan makin tinggi karena kebijakan dari Indonesia.

"Ini yang membuat harga dunia memungkinkan untuk naik terus. Jadi solusinya pengusaha minyak goreng di Indonesia harus duduk bersama mencari solusi terbaik agar ada win win solution," ucapnya. (jpnn/fajar)

  • Bagikan