Penjabat Kepala Daerah Mulai Bertugas Mei, Hendri Satrio: Penunjukkannya Mirip Zaman Orde Baru

  • Bagikan
Hendri Satrio (foto: dok Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Beberapa gubernur, bupati dan wali kota akan mengakhiri masa jabatannya mulai bulan Mei ini. Salah satu yang terdekat adalah Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar pada 12 Mei mendatang.

Untuk mengisi kekosongan kepala daerah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menunjuk Penjabat (Pj) gubernur.

Pengamat politik Hendri Satrio mengatakan untuk menghindari konflik kepentingan dan potensi gesekan, pemerintah harus melibatkan warga dalam penunjukkan Penjabat Kepala Daerah yang akan menggantikan posisi kepala daerah hasil Pilkada. Dia berharap peraturan pengangkatan harus segera dibuat dan disosialisaikan.

Apalagi waktu menjabat Pj gubernur, bupati atau wali kota akan lama. Ada yang diperkirakan sampai tiga tahun.

"Nih ya, Pilkadanya kan baru November 2024, mungkin pelantikannya ada yang baru di 2025. Nah kan lama tu Kepala Daerah yang mimpin Daerah cuma modal ditunjuk Pemerintah Pusat tanpa melalui Pilkada, makanya warga, rakyat di daerah tersebut harus dilibatkan," kata Hendri Satrio di akun Twitter @satriohendri, Jumat (6/5/2022).

Hendri menyebut sebagai Pj kepala daerah, mereka yang ditunjuk akan memiliki kewenangan seperti kepada daerah aslinya.

"O Iya, Penjabat ini bukan PLT (Pelaksana Tugas), Penjabat punya wewenang hampir sama dengan Kepala Daerah hasil Pilkada. Enak ya… Nah makanya jadi pada rebutan para eselon 1 untuk mengisi jabatan ini, Kan enak, jadi Kepala Daerah tanpa Pilkada 2 tahunan," sebut Hendri Satrio.

Karena itu, dia mendesak pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera merampungkan aturan penunjukkan pejabat kepala daerah.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan