Angka Kemiskinan di Jateng Naik, Direktur Sudra: Ganjar Cuma Angkat Pamor Pribadi Tak Bisa Kerja Nyata

  • Bagikan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai mengecek situasi rest area 429, ruas tol Semarang-Solo, Minggu (1/5).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab turut mengomentari pernyataan ekonom Rizal Ramli dan pengamat politik Rocky Gerung yang menyebut angka kemiskinan di Jawa Tengah mengalami peningkatan di masa pemerintahan Ganjar Pranowo.

Dalam Narasinya, Rizal Ramli dan Rocky Gerung menyebut ada yang kebelet nyopras-nyopres, ancang-ancang jadi boneka baru oligarki modal polling dan media berbayar, sementara Jawa Tengah termasuk provinsi termiskin di pulau Jawa sejak dipimpin Ganjar Pranowo.

"Sulit dibantah kalau datanya valid. Artinya, apa yang dikerjakan Ganjar di dua periode ini hanya lip service, hanya bisa mengangkat pamor pribadi tanpa bisa menunjukkan kinerja konkrit sebagai kepala daerah," ujarnya.

Fadhli berpendapat peningkatan angka kemiskinan di Jateng cukup membuktikan bahwa pemimpin daerahnya tak bekerja ikhlas dan cenderung hanya memikirkan kelompoknya sendiri.

"Kalau yang digembar-gemborkan masyarakat Jateng sejahtera, tentu menjadi pertanyaan besar. Lalu siapa yang disejahterahkannya? pemilik modal atau pengusung saat jadi Gubernur?" tukasnya.

Analis politik asal UIN Jakarta itu juga menyoroti prestasi Ganjar yang kerap nampang diberbagai media sosialnya. Diapun mengkhawatirkan meningkatnya kemiskinan di Jateng akan berdampak pada melambungnya penyakit masyarakat, tingkat kriminalitas atau bahkan tingkat radikalisme.

"Dampak negatif kemiskinan bukan saja soal penyakit masyarakat dan kriminalitas yang meningkat, perlu diwaspadai juga peningkatan radikalis, karena kemiskinan juga merupakan salah satu sumber infiltrasi paham radikal," pungkasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan