PDIP dan PSI Minta Penamaan JIS Pakai Bahasa Indonesia, Wagub Ariza: Jakarta Itu Sekelas Kota Dunia

  • Bagikan
Jakarta International Stadium (JIS). (foto: Instagram @awaneko20)

Kritik serupa datang dari politikus Partai Solidaritas Indonensia (PSI), Anggara Wicitra mengatakan seharusnya penamaan JIS mengacu pada UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Adapun kewajiban penggunaan bahasa Indonesia termaktub dalam Perpres 63 Tahun 2019.

"Kan ada aturannya yang mengatur itu, yang kita harus pahami bahwa JIS itu memang stadion yang dibangun pakai APBD berarti secara aturan harus mengikuti penamaan harus menggunakan bahasa Indonesia jadi perlu ada penyesuaian," ujar Anggara.

Selain itu, politikus PSI ini mengimbau sebaiknya penamaan JIS menerapkan sistem voting. Hal ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi publik terhadap stadion tersebut.

"Kalau nama ya bisa dari partisipasi publik kita voting saja. Jadi ada beberapa nama yang masyarakat bisa milih karena itu kan jadi apa ya kita mengajak masyarakat untuk memiliki rasa kepedulian terhadap stadion itu," ungkapnya.

"Kalau (saran) nama belum ada, yang pasti harus ada nama Jakarta-nya, kemudian karena itu stadion kebanggaan Jakarta kan," sambungnya.

Tanggapan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara terkait ramainya kritikan atas penamaan JIS.

Menurut Ariza, Jakarta adalah ibu kota sekaligus masuk tataran kota bertaraf internasional.

“Yang tinggal di sini bukan hanya orang Jakarta. Ada juga orang asing. Jakarta akan sekelas dengan kota lain di dunia,” ucap Ariza di Balai Kota DKI, Selasa 10 Mei 2022.

Walau begitu, Pemprov DKI Jakarta tetap menerima masukan dan usulan terkait penggantian nama stadion kandang klub Persija itu.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan