Mengaku Dirampok, Tangan Terikat dan Mata Tertutup Lakban, Ditinggalkan di Tengah Jalan

  • Bagikan
Pria mengaku korban perampokan ditinggalkan di Waled, Kabupaten Cirebon. Foto: Ist--

FAJAR.CO.ID, CIREBON — Dengan kondisi tangan terikat dan mata ditutup lakban, seorang pria ditinggalkan di tengah jalan di wilayah Waled Azimut, Kabupaten Cirebon.

Kepada warga dan polisi yang berada di lokasi, pria tersebut mengaku menjadi korban perampokan.

Ketika ditemukan warga, pria yang mengaku menjadi korban perampokan itu mengenakan baju warna gelap dengan celana warna biru.

Dia mengaku sedang dalam perjalanan menuju Jakarta, Kamis, 12 Mei 2022, sekira pukul 01.00 WIB.

Dari tayangan video yang beredar, beberapa warga mencoba mencari informasi tentang kronologi kejadian yang menimpa pria korban perampokan tersebut.

Pria yang diketahui bernama Mulyanto itu mengatakan, jika dirinya telah kehilangan sejumlah uang dan handphone.

“Yang penting saya minta selamat dulu pak,” ucap Mulyanto dengan mata masih ditutup lakban.

Dari identitas yang dibawa, Mulyanto beralamatkan di Pasar Batang, Brebes, Jawa Tengah.

Dirinya mengaku saat itu ia hendak menuju Jakarta.

Menurut penuturan Mulyanto, dirinya tiba-tiba didatangi mobil travel yang mengajaknya jadi penumpang dengan tujuan Jakarta.

Saat itu, dirinya tidak menyadari jika orang-orang yang ada di dalam mobil travel tersebut, merupakan kawanan perampok.

“Travelnya yang ngajak, ternyata itu komplotan,” ucapnya.

Di dalam mobil travel, kemudian barang-barang Mulyanto dilucuti. Handphone dan sejumlah uang yang masih dalam ATM, dikuras oleh para pelaku.

  • Bagikan