Positif PMK, Daging Sapi Masih Bisa Dikonsumsi Manusia

  • Bagikan
ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Daging sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) masih bisa dikonsumsi. Masyarakat diminta tak perlu cemas untuk mengonsumsi daging.

Mustofa Helmi Effendi dari Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) memastikan, daging sapi apapun, baik yang positif maupun negatif PMK bisa dikonsumsi. ”Virus ini berasal dari hewan berkuku belah dari negara yang belum bebas PMK. Virus ini bukan dari daging,” kata Mustofa Helmi Effendi pada Kamis (12/5).

Meskipun Indonesia mengimpor daging dari India dan Brasil, Mustofa mengatakan, dalam proses impor yang legal pasti sudah dilakukan pengecekan oleh rumah potong hewan (RPH). Sehingga dapat dipastikan penyebaran PMK bukan berasal dari daging.

Mustofa menyampaikan, dimungkinkan adanya illegal import hewan berkuku belah kecil seperti kambing atau domba yang membawa PMK.

”Silakan dimakan, aman, tetapi direbus atau dilayukan dahulu,” jelas Mustofa.

Teknik merebus maupun melayukan dapat dilakukan sebagai langkah antisipasi. Sejauh ini, virus penyebab PMK ditemukan hewan berkuku belah yang sering dikonsumsi seperti sapi, kambing, dan domba.

Untuk hewan yang telah tertular, Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE) meminta langkah pemusnahan. Namun konsep dari negara-negara maju itu tidak bisa diadopsi di Indonesia.

Alasannya, akan mengakibatkan efek yang membahayakan para peternak juga keuangan negara. Apalagi, virus penyebab PMK akan mati dalam suhu tinggi. Sehingga, hewan dengan PMK masih aman untuk dikonsumsi dan PMK juga tidak menular kepada manusia.

  • Bagikan