Briptu Hasbudi Disebut-sebut Terlibat Pembunuhan, IPW Pertanyakan Siapa Korbannya dan Mengapa Baru Dibongkar

  • Bagikan
Ketua IPW (Indonesian Police Watch) Teguh Sugeng Santoso

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW) merespons informasi keterlibatan Briptu Hasbudi dalam dugaan kasus pembunuhan.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mendesak Polda Kaltara memeriksa dan menjelaskan kepada publik kapan peristiwa dugaan pembunuhan itu ”

Harus diperiksa dan dijelaskan pada publik kapan peristiwanya, siapa korbannya, dan mengapa baru dibongkar saat ini,” kata Sugeng kepada JPNN.com, Jumat (13/5).

Sugeng juga meminta Polda Kaltara mengungkap sampai tuntas semua oknum pejabat sipil dan polisi yang menerima aliran dana dari Briptu Hasbudi

“Polda Kaltara harus membongkar sampai tuntas semua oknum pejabat sipil maupun polisi yang menerima aliran dana haram dari Briptu Hasbudi,” jelas Sugeng.

Berdasarkan informasi, Briptu Hasbudi disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan pembunuhan.

Akan tetapi, polisi belum memberikan keterangan resmi perihal dugaan keterlibatan Bripti Hasbudi dalam kasus itu. Anggota Polairud Polres Tarakan Briptu Hasbudi ditangkap atas kasus pengelolaan tambang emas ilegal di Desa Sekatak Buji, Kecamatan, Kabupaten Bulungan, Kaltara.

Polisi nakal tersebut diringkus saat berusaha menghilangkan barang bukti atas perkara yang menyeretnya itu.

Briptu Hasbudi ditangkap di Bandara Tarakan pukul 12.15 WITA pada Kamis (5/5). Pelaku diamankan saat berusaha melarikan diri bersama tersangka lainnya, Muliadi alias Adi.

Briptu Hasbudi kini telah ditahan di Polda Kaltara. Dari proses penyidikan, penyidik menyangkakan Pasal 158 juncto Pasal 160 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara.

  • Bagikan