Said Didu: ITK Meminta Maaf, Rektor Merasa Tidak Bersalah

  • Bagikan
Said Didu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu menanggapi pemberitaan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menyatakan permohonan maaf terkait unggahan rasialisme ‘hijab manusia gurun’ Rektor Budi Santosa Purwokartiko yang membuat gaduh beberapa waktu lalu.

Menurut pria yang mengundurkan diri sebagai pegawai negeri per 13 Mei 2019 lalu setelah mengabdi 32 tahun lebih ini, idealnya rektor ITK harus meminta maaf. “ITK meminta maaf, sementara rektor yg melakukan kesalahan merasa tdk bersalah dan tidak minta maaf, ” tulis di Said Didu di akun Twitternya, Sabtu (14/5/2022).

Sebelumnya, Guru besar Universitas Airlangga (Unair) Profesor Henri Subiakto tidak setuju jika Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan Prof Budi Santoso Purwokartiko, diganti. Rektor ITK dinilainya tidak melanggar pasal apa pun dari Undang-undang (UU).

“Ditanya TV One apa setuju rektor ITK diganti krn ucapannya, sy bilang tidak. Krn tdk ada pasal UU yg dilanggar, ini persoalan salah ucap. Jd preseden buruk, jk pemerintah tunduk pd “pengadilan medsos” yg tdk kompeten & tdk objektif. Hati2 dg Trending yg srg sbg “permainan akun2.” tulis Profesor Henri Subiakto di akun Twitternya, Selasa (10/5/2022).

Cuitan Henri Subiakto direspons sejumlah warganet.

“Kalau yang salah ucap sekolam, itu melanggar UU. Tapi kalau ucapannya bener namun beda kolam, baru dicari-cari bagian melanggarnya walaupun cuman seupil,” beber @RayyiyyaR_.

  • Bagikan