Anies Baswedan Tak Gelar Operasi Yustisi Usai Lebaran, DPRD Jakarta: Bikin Kemiskinan dan Penangguran Naik

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Operasi Yustisi terhadap pendatang baru di Jakarta dipastikan tak akan berlangsung. Sebab Pemprov DKI telah memutuskan meniadakan kebijakan tersebut.

Menanggapi kebijakan tak gelar Operasi Yustisi usai libur Lebaran, DPRD DKI Jakarta Protes.

Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menilai kebijakan meniadakan operasi yustisi bagi pendatang baru usai mudik lebaran 2022, berpotensi menimbulkan masalah sosial baru.

Menurut Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu, kebijakan ini berpotensi menimbulkan masalah sosial baru karena walaupun Jakarta menjadi salah satu pemilik Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) terbesar di Indonesia, tapi hingga saat ini belum bisa mengentaskan kemiskinan.

“Saat ini Kota Jakarta yang mempunyai APBD terbesar di Indonesia saja belum bisa mengentaskan kemiskinan dan gizi buruk, dua hal yang masih menjadi momok yang membelenggu Jakarta, jangan sampai memaksakan diri datang ke Jakarta tanpa tujuan, tanpa keahlian alhasil malah berakhir menjadi pengangguran, gelandangan, pengemis dan pelaku kriminalitas,” ujar politisi PDI Perjuangan itu, Senin, 16 Mei 2022.

Jakarta, menurutnya memang merupakan kota besar yang terbuka untuk seluruh rakyat Indonesia, tapi tetap harus dilakukan pendataan dan operasi yustisi, karena pada prinsipnya warga pendatang baru di Jakarta tetap harus memiliki keterampilan khusus agar bisa bersaing di Ibu Kota.

Serta tidak melahirkan masalah sosial baru seperti bertambahnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau bahkan jumlah pelaku kriminalitas yang meningkat.

  • Bagikan