Penembakan Massal Terjadi di Buffalo, Mayoritas Korban Kulit Hitam, Presiden Joe Biden Sebut Itu Terorisme Domestik

  • Bagikan
Presiden Amerika Serika Joe Biden

FAJAR.CO.ID, NEW YORK– Polisi masih memeriksa manifesto setebal 180 halaman yang diduga ditulis pelaku dan berisi penjelasan tentang “Replacement Theory,” teori yang dianut kelompok supremasi kulit putih.

Presiden AS Joe Biden pada hari Selasa (17/5) mengutuk racun supremasi kulit putih dan menyerukan rakyat Amerika untuk menolak kebohongan “replacement theory” alias teori penggantian yang rasis, yang dianut oleh pelaku penembakan massal yang menewaskan 10 orang di kota Buffalo, New York.

Di hadapan keluarga korban, pejabat setempat dan petugas pertolongan pertama, Biden menyatakan bahwa keberagaman Amerika adalah kekuatan negara itu dan masyarakat tidak boleh sampai terpengaruh oleh kebencian yang ditunjukkan oleh sebagian kecil masyarakat.

“Yang terjadi di sini sederhana dan terang-terangan, yaitu terorisme. Terorisme domestik. Kekerasan yang ditimbulkan oleh kebencian dan rasa haus akan kekuasaan, yang menganggap kedudukan suatu kelompok lebih rendah dari kelompok yang lain,” Pungkas Joe Biden.

“Kebencian yang melalui media, politik dan internet, telah meradikalisasi orang-orang yang marah, tersesat dan terasing, sehingga secara keliru meyakini bahwa mereka akan digantikan oleh orang lain, orang-orang yang tidak terlihat seperti mereka, dan karena itu, dalam ideologi sesat yang mereka miliki dan terima, merupakan mahluk yang lebih rendah kedudukannya,” tandas Biden.

Sebelumnya, Presiden Biden dan Ibu Negara Jill Biden memberi penghormatan kepada para korban penembakan massal dan mengunjungi keluarga korban di Buffalo.

  • Bagikan