10 Tahun Kasus Eks Bos Indosat Belum Disidangkan, Kejagung Diminta Bersuara

  • Bagikan
Kejagung

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung sejak 2013 hingga 2022 tak kunjung melimpahkan berkas perkara mantan Direktur Utama PT Indosat, Johnny SwandiSjamSjamhuku ke pengadilan untuk disidangkan.

Johnny Swandi Sjam merupakan tersangka kasus korupsi penggunaan jaringan frekuensi radio 2.1 GHz atau 3G PT Indosat oleh PT Indosat Mega Media (IM2) yang merugikan negara Rp 1,3 triliun.

Satu tersangka lainnya yakni Direktur Utama PT Indosat Mega Media (IM2) Tbk, Indar Atmanto telah divonis terbukti bersalah dan dihukum penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta.

Tak hanya itu, Majelis Hakim juga memvonis untuk membayar uang pengganti Rp 1,3 triliun.

Melihat hal ini, pakar hukum pidana dari Universitas Al Azhar Indonesia Suparji Ahmad meminta Kejaksaan Agung untuk menjelaskan kepada publik atau masyarakat terhadap proses penangan perkara tersebut yang hingga kini tidak kunjung ada kepastian hukum dan tidak menimbulkan spekulasi di publik.

“Kasus kasus yang sudah ditangani harus diberikan kepastian hukum tentang kelanjutannya. Jadi yang harus dilakukan adalah memproses secara cepat dan memberikan keterangan pada publik tentang proses penanganan tersebut,” katanya saat dimintai pandangan hukum melalui pesan Whatsapp, Kamis 9 Mei 2022.

Selain itu, kata Suparji, Kejaksaan Agung juga harus menjelaskan apa yang menjadi kendala sehingga tidak ada kepastian hukum terhadap tersangka yang hingga kini tidak jelas proses hukumnya.

  • Bagikan