Minta Semua Pelaku Mafia Minyak Goreng Diproses Hukum, Jokowi: Saya Tidak Mau Ada yang Bermain-main

  • Bagikan
Presiden Jokowi membahas masalah minyak goreng dalam negeri dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (15/3). Biro Pers Sekretariat Presiden

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Indonesia sejak awal tahun disibukkan dengan adanya kelangkaan komoditas minyak goreng di lapangan. Kelangkaan pun berujung menjadi naiknya harga kebutuhan pokok tersebut secara signifikan.

Setelah ditelusuri oleh aparat hukum terkait kelangkaan tersebut, ternyata didapati ‘mafia’ bermain di dalamnya. Hal itu terkuak pada awal April lalu.

Setidaknya empat orang diketahui memainkan ekspor minyak goreng. Salah satunya adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen PLN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana.

Ketiga orang lainnya berasal dari pihak swasta, yakni Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group berinisial SMA, Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia inisial MPT, dan General Manager PT Musim Mas dengan inisial PT. Yang terbaru adalah seorang Penasihat Kebijakan/Analisa pada Independent Research & Advisory Li Chen Wei.

Terkait hal ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun kembali memerintahkan aparat hukum untuk terus melakukan pendalaman terhadap tersangka dan mengungkap pelaku-pelaku lainnya. “Dengan adanya dugaan dan penyelewengan dalam distribusi dan produksi minyak goreng, saya telah memerintahkan aparat hukum kita untuk terus melakukan penyelidikan dan memproses hukum para pelakunya,” terang dia secara daring, Kamis (19/5).

Dirinya geram terhadap sejumlah pihak yang mengambil keuntungan besar di atas penderitaan masyarakat Indonesia. “Saya tidak mau ada yang bermain-main yang dampaknya mempersulit rakyat, merugikan rakyat,” ucapnya.

  • Bagikan