Ekspor CPO dan Turunanya Dibuka Kembali, Kemendag Lakukan Ini…

  • Bagikan
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi akhirnya menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis, 17 Maret 2022.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah memutuskan mencabut larangan ekspor minyak goreng dan bahan baku turunannya. Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi pun menyampaikan, pihaknya akan membuat aturan turunannya.

“Sesuai arahan Bapak Presiden ekspor CPO dan turunanya akan dibuka kembali tanggal 23 Mei 2022 yang akan diatur dalam perarutan Menteri Perdagangan,” tutur dia, Jumat (20/5).

Karena aturan pelarangan ekspor dicabut, dalam menjaga pasokan minyak goreng, pemerintah akan kembali menggunakan skema kebijakan domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO).

“Hal yang akan diatur menyangkut aturan-aturan tekait tapi tidak terbatas pada eksportir pendaftar, ketentuan DMO-DPO dan turunannya serta meknisme pengwasan dengan melibatkan aparat penegak hukum,” tutur dia.

Selain itu, seiring dengan aturan DPO dan DMO, Kemendag bersama BUMN serta pelaku usaha juga terus memperluas akses penjualan minyak goreng curah. Salah satunya adalah dengan Program MigorRakyat.

“Program ini dalam implementasinya akan menggunakan teknologi digital dan tersinkronisasi secara nasional,” ucapnya.

Jadi, setiap orang dapat membeli migor curah 1-2 liter per hari dengan menunjukkan KTP. Titik pembelian saat ini sudah tersedia di 2.000 titik dan dalam waktu dekat terjangkau 10.000 titik.

Ia meyakini dengan sejumlah upaya ini, perlahan-lahan pasokan minyak goreng akan semakin berlimpah dan harga minyak goreng dalam negeri berangsur turun di tengah melonjaknya harga CPO global.

  • Bagikan