Hepatitis Misterius Bakal Jadi Pandemi? Kemenkes Bilang Begini…

  • Bagikan
Ilustrasi diagnosis hepatitis. Hingga saat ini para ilmuwan masih menyelidiki keterkaitan penyakit ”hepatitis akut yang tidak diketahui asalnya” (acute hepatitis of unknown aetiology). (NDTV)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Indonesia sebelumnya melaporkan total kasus hepatitis misterius sejauh ini sebanyak 18 orang. Mereka adalah pasien yang memiliki gejala seperti mual, muntah, dan diare. Dari hasil pemeriksaan, hanya 14 kasus yang terkait hepatitis misterius. Angka ini dinilai masih cukup kecil untuk menyatakan hepatitis misterius sebagai pandemi baru.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini Indonesia mencatat itu 1 kasus probable (ada gejala ke arah hepatitis misterius) yang hasilnya sudah final bahwa dia bukan dari hepatitis A sampai E ataupun penyebab bakteri ataupun penyebab lainnya seperti misalnya tipus, demam berdarah ataupun penyakit yang menimbulkan kearah kuning. Dan 1 kasus yang sudah probable ini ditambah dengan 13 kasus yang masih pending klarifikasi.

“Sejauh ini penyakit ini belum ada definisinya, karena belum ketemu jenis penyebabnya, masih banyak sekali asumsi-asumsi, ada yang mengatakan ini adalah disebabkan oleh mutasi virus hepatitis, tapi belum tahu dia hepatitis jenis yang mana. Lalu adenovirus juga dikaitkan. Atau bisa merupakan infeksi yang bersamaan dengan Covid-19, tapi ini tidak ada sampai saat ini bukti yang menuju ke sana,” jelas Nadia kepada wartawan, Kamis (19/5).

Sejauh ini secara global, ada 436 kasus dari 27 negara. Indonesia melaporkan 1 kasus kematian dan 4 kasus dengan klasifikasi masih pending klasifikasi. Total 5 kematian yang diduga oeh hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya.

  • Bagikan