Prostitusi Daring Anak di Bawah Umur Marak di Kota Makassar, Legislator Menilai Pengawasan Lemah

  • Bagikan
ILUSTRASI. Prostitusi

Prostitusi Daring Anak di Bawah Umur Marak di Kota Makassar, Legislatot Menilai Pengawasan Lemah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Prostitusi daring yang melibatkan anak di bawah umur marak di Kota Makassar. Kondisi ini mengkhawatirkan, sebab keberadaannya sulit dilacak.

Terbaru, kembali ditemukan lima kasus baru oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) bersama Polrestabes Makassar.

Plt Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (P2A) DPPPA Makassar Muslimin Hasbullah mengungkap hasil penjajakan kasus kelima anak tersebut ditemukan rata-rata berusia antara 14-16 tahun.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Muhammad Roem mengatakan semestinya perhotelan sudah mengetahui prosedur untuk menerima tamu. Termasuk larangan masuk anak di bawah umur.

Pihak pariwisata, kata dia, tidak bisa melakukan pengawasan 24 jam terhadap seluruh hotel-hotel di Kota Makassar. Makanya perlu komitmen dari para pengusaha hotel.

“Ini perlu komitmen bersama. Karaoke, hotel, tempat wisata itu perlu melakukan pencegahan dini untuk kekerasan dan kegiatan seksual terhadap anak,” kata dia.

Pihaknya akan menggelar pertemuan dengan Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) pada hari ini menanggapi kasus tersebut. Komitmen bersama akan dibentuk dengan hotel hingga tempat hiburan.

“Kami Dinas Pariwisata tidak mungkin tiap hari duduk di hotel. Harusnya kalau ada anak di bawah umur, tanpa didampingi orang tua tidak boleh dikasi masuk,” jelas Roem.

Setelah ada komitemen, sanksi sudah bisa diterapkan terhadap hotel yang melakukan pelanggaran.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan