Gus Dur: Jika Kamu Jauhi Orang yang Melanggar Moral, Berarti yang Kamu Pertuhankan Bukan Allah, Tapi Moral

  • Bagikan
Gus Dur bersama Paus Yohanes Paulus II (foto: Instagram @gusdur.ig)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Sosok Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur begitu terkenang di benak rakyat Indonesia. Meski terbilang singkat memimpin negeri ini, Presiden ke-4 RI itu meninggalkan kesan mendalam.

Hidup di lingkungan pesantren sebagai cucu ulama tersohor pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari telah membentuk kepribadian Gus Dur yang menjunjung tinggi sikap toleransi.

Gus Dur merupakan pejuang hak untuk warga minoritas yang tertindas.

Jasanya tak terhitung karena perjuangannya membuka keran kesetaraan untuk kaum minoritas di Indonesia.

Dikisahkan oleh Habib Bakar Smith lewat akun Twitternya @BakarSmith dilansir pada Sabtu (21/5/2022), Gus Dur pernah terlibat dialog santai dengan Kyai Mughni.

Tanpa didampingi siapa pun, Gus Dur dan Kyai Mughni bertemu di sebuah warung nasi.

Pakaian batik dan sarung membungkus tubuh Gus Dur, peci yang miring serta kacamata tebalnya melengkapi kediriannya.

Gus Dur membeberkan rahasia hidupnya dalam memandang segala sesuatu.

“Kamu mau tau rahasia hidup saya dalam memandang segala sesuatunya?” tanya Gus Dur.

“Tentu, Gus, saya ingin tau rahasia panjenengan.” jawab Mughni antusias.

Gus Dur: “Dalam memandang segala sesuatu, gunakanlah ‘mata’ Allah.”

Mughni: “Waduh. Bagaimana contohnya?”

Gus Dur: “Contohnya begini. Ketika saya didatangi banyak orang yang meminta perlindungan, apakah orang itu benar atau salah, saya terima semuanya dengan lapang dada.

Karena apa? Saya selalu yakin, Allah lah yang menggerakan hati mereka untuk datang kepada saya.

  • Bagikan