UAS: Kalau Ada Orang Islam Mencaci Maki Ulama, Biasanya Keturunan PKI

  • Bagikan
Ustaz Abdul Somad atau UAS

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ustaz Abdul Somad atau UAS kian fenomenal. Penolakan Singapura terhadap memicu kemarahan banyak pihak, utamanya para pendukungnya di tanah air.

Tagar #SaveUAS dan #SaveUstadzAbdulSomad ramai di media sosial, termasuk di akun media sosial pemimpin Singapura itu. Alasan yang dilontarkan pemerintah Singapura seolah tidak cukup memuaskan simpatisan sang da'i kondang.

Di tengah ramainya pembahasan soal UAS, video ceramah Alumni Universitas Al Azhar Mesir itu yang menyinggung soal penghinaan terhadap Islam kembali viral di media sosial.

UAS mengatakan, jika ada orang Islam yang mengejek ajaran Islam biasanya ia adalah keturunan PKI atau komunis.

"Biasanya yang sudah-sudah, kalau ada orang islam mengejek ajaran Islam, setelah ditelusur-telusuri salah satu nenek moyangnya dia, ayah atau ibunya pasti keturunan PKI," kata UAS dalam tausiahnya seperti yang dilansir dari unggahan video singkat akun Twitter @Abahpurwa1, Senin (23/5/2022).

Lebih lanjut urai UAS, tidak mungkin umat Islam sejati tega menghina saudara seimannya. Apalagi sampai hati mencaci maki ajaran Islam dan para ulama serta habaib.

"Mengejek Islam, mencaci maki ajaran Islam, menghina ulama dan habaib jika ditelusuri ternyata keturunan PKI atau komunis. Sebab tidak akan mungkin umat Islam sejati menghina saudara seimannya," ungkapnya.

Ulama kelahiran Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977 itu menegaskan, yang menghina Islam hanya dua kategori.

Pertama, golongan kaum musyrikin. Kedua, kalaupun beragama Islam, pastilah keturunan komunis.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan