Densus 88 Tangkap Mahasiswa Universitas Brawijaya, Pihak Kampus Lakukan Ini…

  • Bagikan
Ilustrasi: Personel Densus 88 Anti Teror membawa terduga teroris menuju mobil tahanan setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (18/3/2021). Sebanyak 22 tahanan kasus terorisme jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dari Jawa Timur tiba di Bandara Soekarno Hatta dan selanjutnya dibawa ke Rutan Cikeas, Bogor, Jawa Barat. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, MALANG — Universitas Brawijaya tak tinggal diam menyusul ditangkapnya salah seorang mahasiswanya oleh Densus 88 Antiteror Polri.

Kampus yang berlokasi di Kota Malang itu langsung melakukan penelusuran terhadap aktivitas seorang mahasiswa berinisial IA, 22, yang diamankan Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri, karena diduga sebagai simpatisan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Univerasitas Brawijaya Prof Abdul Hakim, mengatakan bahwa pihak universitas saat ini tengah mengumpulkan data terkait kegiatan IA, khususnya pada saat berada di lingkungan kampus.

“Terkait kegiatan IA, saya masih mengumpulkan data. Staf sedang dalam proses pengumpulan data,” kata Abdul dalam jumpa pers di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (25/5) dikutip dari Antara.

Abdul menjelaskan, pengumpulan data terkait aktivitas IA yang diamankan Tim Densus 88 pada Senin (23/5) di sebuah rumah kos di kawasan Dinoyo, Kota Malang tersebut untuk mengetahui jejaring mahasiswa tersebut.

Menurutnya, penelusuran tersebut dilakukan pada jaringan-jaringan dan kelompok diskusi yang ada di lingkungan universitas, termasuk keikutsertaan IA pada unit kegiatan kampus yang ada di Universitas Brawijaya.

“Dia berjejaring dengan kelompok diskusi mana, unit kegiatan kampus mana, itu yang sedang kita kumpulkan datanya,” katanya.

Ia menambahkan hingga saat ini pihak Universitas Brawijaya masih belum menemui IA, karena Tim Densus 88 masih mendalami peranan dan informasi mendetail tentang peranan mahasiswa berusia 22 tahun itu sebagai simpatisan ISIS.

  • Bagikan