Hakim Ditangkap Narkoba, Ahmad Sahroni: Sangat Memalukan, Memprihatinkan, dan Membuat Geram

  • Bagikan
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto Humas DPR RI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmada Sahroni menyoroti penangkapan dua hakim Pengadilan Rangkasbitung DA (39) dan YR (39) ditangkap BNN Banten karena terlibat kasus narkoba jenis sabu-sabu.

Menurut dia, penangkapan dua hakim tersebut sangat memalukan kalangan institusi penegak hukum. “Penangkapan ini sangat memalukan, memprihatinkan, dan membuat geram,” kata Ahmad Sahroni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (25/5).

Dia menjelaskan hakim merupakan posisi sangat mulai karena banyak orang yang datang mencari keadilan. Namun, faktanya para hakim itu tidak bertanggung jawab, justru menggunakan barang haram. “Ini sangat membuat miris,” ujar Sahroni.

Sahroni meminta badan pengawas di Komisi Yudisial (KY) menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk meningkatkan pengawasan guna mencegah peredaran narkoba di kalangan hakim.

Menurut dia, diperlukan evaluasi dan pengawasan menyeluruh terkait penemuan tersebut. “Hal ini perlu dilakukan demi menjaga dan memulihkan muruah hakim dan kepercayaan publik pada lembaga kehakiman,” kata pria yang doyan koleksi mobil mewah itu.

Sebelumnya, dua hakim Pengadilan Rangkasbitung berinisial DA (39) dan YR (39) ditangkap BNN Banten karena terlibat kasus narkoba jenis sabu-sabu.

Saat penggeledahan, BNN menemukan alat isap sabu atau bong di dalam pengadilan.

Kepala BNN Banten Hendri Marpaung mengatakan setelah menangkap ASN pengadilan berinisial RASS (32) yang mengambil sabu 20,634 gram di kantor jasa pengiriman, maka Tim BNN Banten langsung mendatangi Pengadilan Rangkasbitung. Di sana tim menggeledah ruang kerja YR sebagai pemesan.

  • Bagikan