Lima Bersaudara Yatim Piatu, Saskia Jadi Tulang Punggung Keluarga, Bertahan Hidup dengan Berjualan Daun Pisang

  • Bagikan
Sazkia dan adik-adiknya didampingi tantenya Juna saat ditemui di rumahnya di Kenje Campalagian, Kamis 26 Mei 2022.--Arif Budianto/Radar Sulbar-- SAZKIA (20) menjadi tulang

SAZKIA (20) menjadi tulang punggung keluarga, sekaligus jadi sosok pengganti orang tua untuk berjuang mencari nafkah bagi adik-adiknya yang masih sangat kecil, kedua orang tua mereka telah pergi untuk selama-selamanya.

Oleh: Arif Budianto

Sazkia bersama keempat adiknya merupakan anak yatim piatu, di Desa Kenje Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).

Mereka berjuang hidup dengan berjualan daun pisang di Pasar Campalagian.

Sazkia bahkan harus rela mengubur mimpinya menikmati indahnya duduk di bangku sekolah karena harus menemani adik-adiknya yang masih sangat membutuhkan belaian seorang ibu. Meski sebenarnya Sazkia pernah mendapat tawaran untuk kembali bersekolah.

Tawaran itu sudah diterimanya, namun adik-adiknya tidak bisa jauh sehingga ia pun terpaksa urung demi menjaga dan mendidik adik-adiknya.

Sehari-hari Sazkia bersama adiknya Tuami (17) bekerja membantu bibinya mengikat daun pisang yang akan dijual ke pasar.

Keluarga yatim piatu ini memang hidup dalam kondisi memprihatinkan, karena sejak orang tuanya meninggal bantuan yang mereka dapat dari pemerintah juga terputus. Sehingga mereka hidup dari bantuan tante dan pamannya yang tinggal di lingkungan sekitar rumahnya.

“Dulu pernah dapat bantuan waktu bapak masih hidup. Tapi setelah (bapak) meninggal, tak ada lagi bantuan,” ujar Sazkia mengenang kedua orang tuanya.

Ia juga mengungkapkan jika selama ini ia tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) covid dari desa tempat tinggalnya. Demikian juga dengan bantuan PKH.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan