Ramai-ramai Mengundurkan Diri, DPR Sebut Karena Gaji CPNS Kecil

  • Bagikan
Anggota Komisi II DPR RI fraksi PKS, Mardani Ali Sera. (foto: dok DPR)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Fenomena banyaknya Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 yang mundur menuai sorotan dari Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera.

Setidaknya ada 105 CPNS yang lolos seleksi tahun 2021 menyatakan mundur. Beberapa hal menjadi alasan para CPNS itu mengundurkan diri, mulai dari besaran gaji hingga lokasi penempatan yang jauh. Pemerintah diminta memperbaiki sistem tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Perbaikan tata kelola SDM dibutuhkan untuk mengantisipasi mundurnya orang yang telah dinyatakan lulus seleksi PNS,” kata Mardani dalam keterangan persnya, diterima pada Senin (30/5/2022).

Ia menilai, fenomena ramai-ramai CPNS mundur ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah. Mardani mengatakan, reformasi birokrasi, termasuk dalam proses seleksi penerimaan CPNS sudah saatnya diperbaiki.

“Hak dan kewajiban CPNS mengenai teknis pekerjaan di setiap instansi perlu diumumkan ke publik dengan lebih mendetail. Jadi masyarakat tahu persis hak dan kewajiban CPNS sebelum mengikuti proses seleksi,” ungkap Wakil Ketua Badan Kerja Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu.

Transparansi mengenai hak dan kewajiban perlu diterapkan dengan lebih optimal agar tidak ada CPNS yang mundur lagi setelah diterima sebagai abdi negara.

Di samping itu, kata Mardani, perlu ada perbaikan dalam sistem remunerasi gaji.

“Pemerintah harus melakukan evaluasi mengenai kesejahteraan CPNS, yang gaji pokoknya masih terbilang cukup kecil. Harus ada peningkatan gaji mengikuti perkembangan kehidupan sehingga abdi negara cukup sejahtera tanpa harus bergantung dari berbagai tunjangan maupun uang perjalanan dinas,” imbuh politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan