Ade Yasin Diduga Terima Uang dari Kontraktor untuk Menyuap Pegawai BKP, KPK Dalami Ini

  • Bagikan
Bupati Bogor Ade Yasin ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah berstatus tersangka kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor Tahun Anggaran 2021.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan penerimaan uang Bupati nonaktif Bogor Ade Yasin dari beberapa kontraktor. Uang dari kontraktor itu diduga dikumpulkan untuk menyuap pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Jawa Barat.

Materi tersebut ditelusuri kala KPK memeriksa sembilan saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor 2021 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Senin, 30 Mei 2022.

"Dilakukan pendalaman antara lain terkait dugaan berbagai aliran penerimaan sejumlah uang oleh tersangka AY (Ade Yasin) melalui perantaraan tersangka RT (PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Rizki Taufik) dari beberapa pihak swasta (kontraktor), dan turut diduga pula bahwa uang-uang ini yang kemudian diberikan pada tersangka ATM (pegawai BPK perwakilan Jawa Barat Anthon Merdiansyah) dan kawan-kawan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Selasa, 31 Mei 2022.

Kesembilan saksi yang diperiksa antara lain Wiraswasta, Hartanto Hoetomo; Direktur CV Arafah, M Hendri; Direktur CV Perdana Raya, Yusuf Sofian; Direktur CV Oryano, Maratu Liana; dan Direktur PT Rama Perkasa, Susilo.

KPK juga memeriksa Direktur PT Lambok Ulina, Bastian Sianturi; karyawan PT Lambok Ulina, Makmur Hutapea; Dirut PT Tureloto Battu Indah, Yosep Oscar Jawa Battu; dan Direktur CV Cipta Kesuma Ma'arup Fitriyadi.

Meski begitu, Ali tak memerinci jumlah uang yang dimintai Ade ke para kontraktor. Uang itu diyakini untuk memengaruhi pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor pada 2021.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan