Program Merdeka Belajar Atasi Krisis Pembelajaran, Fraksi PDIP: Kurikulum Ini Membuka Ruang Partisipatif Bagi Guru dan Siswa

  • Bagikan
Webinar Ngobrol Bareng Legislator dengan Tema Berkreasi dengan Kurikulum Merdeka

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah meluncurkan Kurikulum Merdeka sebagai jawaban atas krisis pembelajaran yang semakin bertambah akibat pandemi Covid-19 .

Hal itu yang menyebabkan hilangnya pembelajaran (learning loss) dan meningkatnya kesenjangan pendidikan. Kurikulum merdeka belajar saat ini tentu sangat bergantung kepada internet, yang menjadi acuan dalam membuka ruang kreativitas bagi guru dan siswa dalam penerapan sistem merdeka belajar.

"Internet sangat mendukung dalam program merdeka belajar, Internet bisa digunakan dalam membuka ruang aspirasi, kreativitas dan minat belajar siswa dalam sistem pendidikan merdeka belajar. Namun dimasa saat ini internet juga harus diawasi penggunaannya karena banyak siswa yang hanya bermain game di internet", Ujar Irine yusiana roba, Anggota komisi 1 DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dalam Webinar Ngobrol Bareng Legislator dengan tema Berkreasi dengan kurikulum merdeka, Rabu (1/6/2022).

Irine dalam pemaparannya menyampaikan, kurikulum merdeka belajar memberikan ruang kepada guru dan siswa untuk saling belajar, dan berkreasi dengan materi pembelajaran dengan menggunakan internet atau tidak.

"Kurikulum merdeka belajar yang diperkenalkan oleh Kemendikbud ristek membuka pintu lebar bagi guru dengan kreasi materi pembelajaran menggunakan internet maupun tidak, kurikulum ini membuka ruang partisipatif bagi guru dan siswa untuk membentuk proses belajar mengajar seusai kebutuhan dan apa yang dibutuhkan di lapangan", Ujar Irine. (riki/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan