Tak Ada Kapal Beroperasi Pasca Tenggelamnya KM Ladang Pertiwi, Warga Kalmas Terancam Krisis Pangan

  • Bagikan
Dermaga Poetere Makassar tampak dari udara. (Foto: Idham Ama/FAJAR)

FAJAR.CO.ID,PANGKEP-- Puluhan Warga Kecamatan Liukang Kalmas tertahan di Pelabuhan Paotere lantaran tidak ada lagi kapal yang diizinkan berlayar pasca kejadian tenggelamnya KM Ladang Pertiwi.

Warga Kecamatan Liukang Kalmas, Ardan menyebut saat ini banyak kerabatnya yang tertahan di Pelabuhan Paotere. Disebabkan kebijakan Syahbandar Makassar melarang kapal nelayan mengangkut penumpang.

"Banyak keluarga kami tertahan di Paotere. Karena otoritas pelabuhan melarang kapal nelayan ambil penumpang. Maka dari itu kami berharap pemerintah Pangkep bisa segera mengatasi masalah ini. Karena kasihan keluarga kami tidak bisa pulang," jelasnya, Kamis (1/6/2022).

Senada dengan itu, Warga Kecamatan Liukang Kalmas, Zaki mengatakan bahwa saat ini kondisi warga di pulau-pulau itu sudah terancam krisis pangan. Lantaran tidak ada lagi kapal yang berlayar sebab takut.

"Untuk saat ini tidak ada lagi kapal ke kota. Makanya kebutuhan pangan sudah mengkhawatirkan. Sudah tidak aman. Kita disini mulai krisis karena persediaan semakin menipis sementara tidak ada lagi kapal yang mau keluar," jelasnya.(fit)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan