Private Party Digerebek Polisi, Hendrik Tangke Allo: Ditemukan Minuman Keras dan Alat Kontrasepsi

  • Bagikan
ILUSTRASI. Muda-mudi yang diamankan aparat Polda Metro Jaya karena menggelar private party di Depok, Jawa Barat-ist-net

FAJAR.CO.ID, DEPOK -- Wakil Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo angkat suara soal penggerebekan private party yang dilakukan kepolisian di Pesona Depok Estate.

Pria yang akrab disapa HTA ini menilai, kejadian itu tidak bisa dikatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kecolongan.

Pria yang juga menjabat sebagai koordinator Komisi A ini mengatakan, pada dasarnya private party merupakan kegiatan pribadi sehingga pemerintah tidak bisa melarangnya.

Meski demikian, pihak penyelenggara harus tetap menghargai dan menghormati norma-norma yang ada di suatu daerah.

“Kami tidak bisa menyalahkan pemerintah karena ini kegiatan pribadi. Tetapi, seharusnya pelaku pesta ini tidak boleh seenaknya, harus tetap menjaga norma, etika dan sopan santun," ucapnya kepada JPNN.com, Selasa (7/6).

Baginya private party tersebut tidak dibenarkan dari sudut pandang mana pun. Terlebih memang lokasinya di Kota Depok yang memiliki Perda Religius.

“Kemarin itu yang hadir sampai ratusan orang, ditemukan minuman keras, alat kontrasepsi. Kegiatan seperti itu tetap tidak bisa dibenarkan dari sudut pandang mana pun," tegasnya.
Menurutnya peristiwa itu merupakan kecolongan bagi pemilik lokasi, karena mereka tidak bisa mengantisipasi sampai adanya kegiatan seperti itu.

“Yang kecolongan justru si pemilik rumah sewa tersebut. Panitia acara juga seharusnya terlebih dahulu izin kepada RT, RW dan pemerintah wilayah,” jelas HTA.

Meskipun pemerintah tidak bisa melarang dengan adanya kegiatan pribadi seperti itu, tetapi baginya pemerintah harus menjadikan ini sebuah pelajaran.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan