Kasus Khilafatul Mislimin, Yandri Susanto Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

  • Bagikan
Pemimpin Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja tiba di Polda Metro Jaya, Selasa (7/6) sekitar pukul 16.15. Foto: Mercuris Thomos Mone/jpnn

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan kasus Khilafatul Muslimin.

Hal itu disampaikan oleh Yandri Susanto merespons penangkapan pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja oleh pihak kepolisian.

"Masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan orang-orang yang ingin merubah dasar negara kita," kata Yandri saat dihubungi JPNN.com, Rabu (8/6).

Dia yakin Indonesia tidak akan bisa dipecah belah oleh keinginan segelintir orang untuk mengganti ideologi Pancasila.
"Insyaallah negara kita kuat dan tidak pecah belah kalau semua sepakat merawatnya. Ya, tadi Pancasila sudah final sebagai dasar negara," lanjut Wakil Ketua Umum PAN itu.

Tak hanya itu, dia juga meminta pihak kepolisian untuk menangkap siapa pun yang ingin menganti Pancasila dengan ideologi lain.

"Kalau ada yang mau merubah dasar negara ya harus ditangkap," kata dia.

Sebelumnya, Polisi tengah mengembangkan kasus ormas atau perkumpulan masyarakat Khilafatul Muslimin yang dianggap ingin mengubah sistem kenegaraan.

Polisi akan memburu seluruh jaringan Khilafatul Muslimin, tak terkecuali cabangnya yang ada di Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan pihaknya mulai melakukan pengembangan kasus setelah penangkapan pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja.

"Dengan ditangkapnya pemimpin tertinggi itu (Abdul Qadir,red), kami akan melakukan pengembangan terkait keberadaan ormas dengan ajaran yang menentang Pancasila," ujar Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (7/6). (jpnn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan