Kepala BPOM: Belum Jelas Kausalitas BPA dengan Penyakit Tertentu

  • Bagikan
Ilustrasi galon

FAJAR.CO.ID, JAKARTA--Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan bahwa kaitan zat kimia Bisphenol A dengan gejala medis tertentu masih bersifat indikatif dan belum kausalitas nya belum jelas. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers BPOM seusai acara “Sarasehan Bahaya BPA” di  Hotel Shangrila, Jakarta (7/6). 

“Penelitian penelitian yang dilakukan terhadap BPA menunjukkan resiko bahaya kesehatan seperti infertility dan sebagainya walaupun belum jelas kausalitasnya,” kata Penny.

Sebagaimana diketahui BPA atau Bisphenol A merupakan zat yang digunakan dalam proses pembuatan kemasan plastik polikarbonat (PC). Plastik Polikarbonat digunakan untuk bermacam produk konsumen termasuk kemasan air minum dan sebagai lapisan (liner, epoxy) dalam kemasan kaleng makanan.

Beberapa pakar yang diundang dalam acara ini  menyampaikan paparan mengenai potensi bahaya BPA jika terkonsumsi oleh manusia. Namun tidak dijelaskan apakah penelitian ini independen atau ada sponsor yang membiayai. Selain itu penelitian ini juga belum dilakukan peer review  (kajian oleh peneliti lain dan sejawat).

Firdaus Ali, suami dari Kepala BPOM, turut hadir dalam Sarasehan BPOM ini. Firdaus Ali menyampaikan analogi pelabelan potensi BPA dalam galon dengan pelabelan pada rokok. Sebuah Analogi yang dianggap aneh oleh pelaku industri AMDK.

“Peringatan pada Rokok jelas karena kandungan rokoknya berbahaya dan semua jenis rokok - baik kretek maupun non kretek baik dalam kemasan kertas maupun kaleng - dilabeli tanpa diskriminasi. Sementara dalam usulan pelabelan BPA yang mengandung BPA adalah kemasannya, dan yang diusulkan untuk dilabeli hanya satu jenis produk yaitu AMDK, ini logika dan narasi yang aneh,” kata Ketua ASPADIN Rachmat Hidayat.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan