Rencana Pemerintah Hapus Kelas Rawat Inap, Ashabul Kahfi Berharap Iuran Peserta JKN BPJS Tidak Dinaikkan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA –Pemerintah diharap tidak menaikkan iuran peserta kelas III Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan. Hal itu diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, menyikapi rencana pemerintah menghapus kelas rawat inap peserta JKN BPJS Kesehatan pada Juli mendatang.

Menurut politisi asal Sulsel ini, jika kelas-kelas rawat inap itu dihapus, tentu untuk iuran yang akan dibayarkan peserta JKN untuk yang sebelumnya masuk di kategori kelas I, II, dan III, itu sama semua.

“Silahkan saja diterapkan, tetapi iuran peserta JKN BPJS kelas III yang selama ini Rp35 ribu dan disubsidi pemerintah sebesar Rp7 ribu, tidak usah dinaikkan. Kalau naik, yah dinaikkan juga subsidinya, ” jelas mantan Dosen UIN Alauddin ini, ditemui di Gedung DPR RI, Senin.6 Juni 2022.

Alasannya, kata dia, peserta JKN BPJS kelas III itu masih digolongkan masyarakat yang kurang mampu. “Ada kekuatiran saya, kalau ini tidak dicermati secara baik, bakal banyak nanti mantan peserta kelas III karena ketidakmampuannya membayar iuran itu.

Dia merinci, ada perbedaan tujuan jika melihat UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Pasal 19 ayat (2) dengan Perpres 64 Tahun 2020 Pasal 54A .

Dalam SJSN itu ditegaskan tujuan penyelenggaraan Jaminan Kesehatan adalah menjamin agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan. Sedangkan, Perpres 64 Tahun 2020 Pasal 54A disebutkan tujuan KDK dan KRIS adalah untuk keberlangsungan pendanaan Jaminan Kesehatan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan