Pernikahan Manusia dengan Kambing, GP Ansor dan Banser Geruduk DPRD dan Polres Gresik

  • Bagikan
Massa dari Ansor dan Banser Gresik mendatangi Mapolres Gresin untuk mendesak pengusutan kasus ritual pernikahan manusia dan kambing yang telah dinilai menista agama. (istimewa)

FAJAR.CO.ID, GRESIK -- Reaksi terhadap ritual pernikahan manusia dengan kambing di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik, makin meluas. Kamis (9/6), masa Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Gresik turun ke jalan. Mereka mendatangi gedung DPRD dan Mapolres Gresik.

Dengan berseragam lengkap Ansor dan Banser, kali pertama massa aksi menggelar orasi di depan gedung DPRD Gresik Jalan KH. Wahid Hasyim. Mereka juga membawa bendera kebesaran salah satu badan otonom (banom) NU tersebut. Sejumlah aparat kepolisian dan Satpol PP terus mengawal jalannya aksi.

Sepanjang aksi, mereka juga mengumandangkan yel-yel mars Banser: …Maju ayo maju ayo terus maju, singkirkanlah dia dia dia, kikis habislah mereka, musuh agama dan ulama, wahai barisan Ansor Serbaguna, di mana engkau berada (di sini), teruskanlah perjuangan, demi agama ku rela berkorban.

Dalam orasinya, koordinator aksi berharap agar kasus pernikahan manusia dan kambing yang diusut tuntas. Sebab, dari hasil sidang MUI dan Ormas Islam di Gresik sudah menyatakan sikap bahwa ritual itu telah menista dan menodai agama. Terlebih dilakukan di Kota Gresik yang merupakan kota santri dan kota wali.

Kedatangan massa Ansor dan Banser ke gedung wakil rakyat tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, dalam video yang beredar, ritual yang meresahkan dan membuat gaduh itu ada keterlibatan sejumlah anggota DPRD Gresik. Karena itu, Badan Kehormatan (BK) DPRD Gresik, harus bertindak tegas menegakkan kode etik lembaga legislatif.

Sebelumnya, Ketua DPRD Gresik M. Abdul Qodir juga sudah menegaskan bahwa kasus di Benjeng itu akan mendapat atensi serius. Bahkan, karena Ketua BK DPRD Gresik yang diduga ada atau hadir dalam acara bersangkutan, maka untuk sementara waktu ketua BK diambil alih pimpinan dewan. ‘’Nanti Pak Mujid Riduan (wakil ketua DPRD Gresik dari PDIP) untuk memimpin persidangan etik ini,’’ ujarnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan