Arist Merdeka Sirait Sebut Tapanuli Utara Darurat Kekerasan Seksual

  • Bagikan
Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Romald Sipayung dan Arist Merdeka Sirait

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Komisioner Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPA) Arist Merdeka Sirait soroti maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anak di Tapanuli Utara.

Kasus terbaru, beber Arist Merdeka Sirait, yang dilakukan 10 orang, tujuh diantaranya anak di bawah umur dan tiga orang dewasa terhadap seorang anak usia 16 tahun di Siborongborong.
"Tidaklah berlebihan jika Komnas Perlindungan Anak menempatkan Tapanuli Utara dalam situasi zona merah kejahatan seksual terhadap anak," bebernya.

Belum lagi, kata dia, kekerasan seksual yang dilakukan seorang ayah sambung berinisial S (38) yang berulang dan terencana terhadap anak usia 14 tahun.

Menurut dia, kondisi itu sudah menjadi darurat dan membutuhkan kepeduluan semua pihak, baik
pemerintah, penegak hukum, tokoh agama, adat, dan tokoh masyarakat, serta keterlibatan media.

"Meningkatnya kasus kekerasan seksual dalam segala bentuk yang dilakukan orang terdekat korban, telah membuktikan bahwa sungguh tidak terbantahkan Tapanuli Utara menjadi Zona Merah kejahatan seksual terhadap anak," tegas Arist Merdeka Sirait, di Mapolres Tapanuli Utara. Rabu (16/06/2002).

Arist Merdeka Sirait juga mengapresiasi kinerja Polres Tapanuli Utara terhadap dua kasus kekerasan seksual tersebut.

"Komnas Perlindungan Anak sebagai institusi perlindungan anak independen ang diberikan mandat, tugas, dan fungsi membela dan melindungi anak di Indonesia memberikan apresiasi kepada Kapolres AKBP Ronald Sipayung dan Kasat reskrim serta jajaran atas kerja cepatnya menangani kasus kejahatan seksual tersebut," pungkasnya. (eds)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan