Data BPS Sulsel: Rokok Filter Pemicu Kedua Tingginya Kemiskinan

  • Bagikan
Ilustrasi rokok filter

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Survei Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel per Maret 2022, menyebutkan beberapa komoditas yang memberikan pengaruh terbesar terhadap garis kemiskinan (GK) di Sulsel.

Kepala BPS Sulsel Suntono mengatakan komoditas itu memicu tingginya angka kemiskinan.

"Komoditas itu seperti beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, ikan bandeng, kue basah, dan mi instan," katanya saat rilis di kantornya, kemarin.

Secara umum, komoditas yang memberi pengaruh besar terhadap kemiskinan di pedesaan adalah makanan. Sedangkan di perkotaan lebih dipengaruhi oleh bukan makanan.

"Jika kita lihat berdasarkan data, garis kemiskinan makanan menguasai kurang lebih 75 persen dari total garis kemiskinan," imbuh Suntono.

Ketika garis kemiskinan bergerak naik, hal itu juga berpotensi meningkatkan penduduk miskin. Untuk saat ini komoditas beras memberi sumbangan terbesar terhadap garis kemiskinan yakni 19,92 persen di perkotaan dan 25,84 persen di pedesaan.

Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua sebesar 10,53 persen di perkotaan dan 11,92 persen di pedesaan.

"Pada periode Maret-September 2021, GK Sulsel naik sebesar 3,21 persen. Yakni, dari Rp372.491 per kapita per bulan Maret 2021 menjadi Rp384,455 per kapita," terangnya.

Untuk mengukur kemiskinan, pihaknya menggunakan konsep kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach).

Dengan pendekatan ini, kemiskinandipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan, yang diukur dari garis kemiskinan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan