Honorer Satpol PP Ogah Jadi PPPK, Maunya Diangkat PNS, Aturan Ini Disebut Jadi Dasar Hukum

  • Bagikan
Ilustrasi Satpol PP

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK 2022 mendapat tanggapan dari Ketum Forum Komunikasi Bantuan Polisi Pamong Praja Nusantara (FKBPPPN) Fadlun Abdillah.

Fadlun Abdillah meminta agar tenaga honorer diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS), bukan PPPK.

Menurut Fadlun Abdillah, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja sudah jelas menyatakan Satpol PP berstatus PNS.

Di PP tersebut tidak ada disebut Satpol PP berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau outsourcing.

Pasal 1 angka 2 menyebutkan Polisi Pamong Praja yang selanjutnya disebut Pol PP adalah anggota Satpol PP sebagai aparat Pemerintah Daerah yang diduduki oleh pegawai negeri sipil dan diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dalam penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah, penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman serta pelindungan masyarakat.

Pasal 15 ayat (1) menyatakan, anggota Satpol PP diangkat dari pegawai negeri sipil yang memenuhi persyaratan.

“Tenaga honorer pada Satuan Polisi Pamong Praja hanya bisa diselesaikan pada Jabatan PNS. Itu kata PP 16/2018 lho, bukan kata kami,” tegas Fadlun Abdillah, dikutip Pojoksatu.id dari JPNN.com, Kamis (23/6).

Fadlun menjelaskan selama ini tenaga honorer Satpol PP bertugas pada sektor penegakan peraturan daerah, peraturan kepala daerah, ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat serta perlindungan masyarakat.

  • Bagikan