Buat Makan Sepekan, Khilafatul Muslimin Wilayah Bekasi Raya Minta Pemblokiran Rekening Dibuka PPATK

  • Bagikan
Anggota Khilafatul Muslimin Kota Bekasi deklarasi NKRI-Tuahta Simanjuntak untuk FIN.CO.ID-

FAJAR.CO.ID, BEKASI - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebelumnya telah membekukan 21 rekening milik khilafatul muslimin.

Pembekuan tersebut bertujuan untuk menelusuri aliran dana di dalam organisasi.

Menurut Amir khilafatul muslimin Wilayah Bekasi Raya Djhonny Pahamsah alias Abu Salma, saat ini Yayasan khilafatul muslimin Bekasi Raya sedang kehabisan dana setelah ada pembekukan rekening oleh PPATK.

Abu Salma juga berharap pihak PPATK untuk dapat membuka kembali rekening milik yayasan tersebut khususnya untuk wilayah Kota Bekasi.

"Saya minta supaya rekening yang dibekukan, khususnya yang di Bekasi tolong dibuka," ucap Abu Salma dalam keterangan resminya yang didapat, Jumat 24 Juni 2022.

Abu Salma mengungkapkan, jumlah saldo yang berada di dalam rekening milik khilafatul muslimin Bekasi Raya tidak terbilang besar.

Namun cukup untuk biaya konsumsi para pengurus yang saat ini masih bertahan membersihkan pesantren.

"Karena ada nilai rupiahnya cukup. Meskipun Rp5 juta buat kita, Kurang lebih Rp5 juta lumayan Buat Makan Sepekan," ungkapnya.

Rekening yang telah dibekukan oleh PPATK menurut Abu Salma biasanya digunakan oleh para donatur yang berdonasi serta termasuk digunakan donasi oleh para wali santri.

"Ada yang datang langsung ada yang transfer. Kalau wali santri hampir transfer ke rekening tersebut, tapi nggak besar. Kalau yang besar biasanya donatur datang ke sini, tapi (donatur) yang jauh-jauh ada juga yang transfer," jelasnya.

Aktivitas Yayasan khilafatul muslimin Bekasi Raya sampai dengan malam ini masih di berhentikan sementara semenjak Kamis 16 Juni 2022 lalu.

  • Bagikan