Kasus Pencabulan Putrinya Tak Kunjung Selesai, Ibu Ini Curhat Ditujukan kepada Jokowi dan Jenderal Listyo Sigit Prabowo

  • Bagikan
Keluarga korban pelecehan saat mendatangi Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Jumat (24/6). Foto: Finta Rahyuni/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, MEDAN - Fortina, seorang ibu di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut), menyampaikan harapannya kepada Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, soal pelecehan yang dialami oleh putrinya, JM.

Dia meminta agar Presiden Jokowi dan Kapolri bisa membantu menyelesaikan kasus pelecehan tersebut. Pasalnya, kasus itu sudah dilaporkan sejak November 2021, tetapi hingga kini pelaku belum juga ditahan meski sudah ditetapkan menjadi tersangka.

"Harapan saya kepada Bapak Kapolri, Bapak Presiden terutamanya Presiden Jokowi, Bapak Kapolri, Bapak Kapolda, perlindungan anak, dan semua penegak hukum di negara ini, kiranya memberikan perlindungan hukum kepada anak saya," ujar Fortina saat berada di Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Jumat (24/6).

Fortina mengaku sangat prihatin dengan masa depan anaknya. Sebab, setelah kejadian itu, anaknya sudah tidak lagi mau untuk bersekolah. Pasalnya, perjalanan yang ditempuhnya ke sekolah akan melewati rumah pelaku.

"Saya masyarakat kecil yang buta hukum yang tidak punya apa-apa. Saya menyampaikan isi hati saya dan terlebih isi hati anak saya, keluhan anak saya yang sudah tidak sekolah selama tujuh bulan," ucapnya sambil meneteskan air mata.

Menurut pengakuan Fortina, anaknya yang masih duduk di bangku SD itu diduga menjadi korban pencabulan pria berinisial AZ. Pelaku disebut merupakan seorang mahasiswa di salah satu universitas di Kota Padang Sidempuan.

Fortina menyebut kejadian pencabulan yang menimpa anaknya itu terjadi pada November 2021 lalu. Saat itu, korban bersama abangnya tengah berjalan menuju rumah mereka seusai pulang sekolah. Jarak yang ditempuh keduanya dari sekolah menuju rumah pun cukup panjang, hampir empat kilometer. Fortina bahkan menyebut jalan yang dilalui merupakan hutan. "Bulan 11, 2021, itu kejadiannya sepulang sekolah," kata Fortina.

  • Bagikan