Kasus Pencabulan Putrinya Tak Kunjung Selesai, Ibu Ini Curhat Ditujukan kepada Jokowi dan Jenderal Listyo Sigit Prabowo

  • Bagikan
Keluarga korban pelecehan saat mendatangi Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Jumat (24/6). Foto: Finta Rahyuni/JPNN.com

Dia mengatakan saat kedua anaknya tengah berjalan menuju ke rumahnya, tiba-tiba pelaku datang dengan mengendari sepeda motornya mendekati korban dan abangnya. Korban pun menanyakan apakah dia dan abangnya bisa diantar oleh pelaku ke rumahnya.

Lantas, pelaku mengiyakan permintaan korban. Namun, pelaku mengatakan hanya mau membawa korban saja, tidak dengan abang korban. "Si pelaku bilang jangan (ikut) karena kereta (sepeda motor) dia itu rusak. Jadi, abangnya ditinggalkan," ujarnya.

Tak lama, setelah korban telah menaiki sepeda motor AS, pelaku tiba-tiba berhenti dan mengajak korban untuk minum, tetapi korban menolak. Korban pun saat itu langsung lari, tetapi akhirnya bisa ditangkap kembali oleh pelaku.

Setelah itu, pelaku kembali memberhentikan sepeda motornya di salah satu rumah milik sepupunya yang kebetulan sedang dalam keadaan kosong. Pelaku saat itu berdalih ingin buang air kecil.

Pelaku sempat mengajak korban untuk menemaninya buang air kecil, tetapi korban menolak. Sontak pelaku langsung menyeret korban ke kamar mandi rumah itu dan langsung membuka celananya di hadapan korban.

Bahkan, dia sempat menghubungi temannya untuk datang ke lokasi tersebut dan mengatakan telah berhasil membawa korban ke rumah tersebut.

"Satu lagi yang lebih fatal, dia menelpon seseorang menyuruh cepat datang ke lokasi itu. Kata pelaku ini dia sudah menangkap anak perempuan satu," ungkap Fortina.

Korban yang mendengar perkataan pelaku langsung pergi melarikan diri hingga akhirnya tidak bisa dikejar oleh pelaku. Setibanya di rumah, dengan keadaan menangis korban menceritakan perlakuan pelaku kepada orang tuanya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan