NH Dianggap Abaikan Keputusan Airlangga, Kader Golkar: Jangan Bikin Kacau di Sulsel, Move On Lah

  • Bagikan
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Nurdin Halid

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Wakil Sekretaris Bidang Organisasi Golkar Sulsel, Yusuf MR meminta, Wakil Ketua Umum Bidang Pratama DPP Partai Golkar, Nurdin Halid (NH) untuk tidak mencampuri kepengurusan Golkar Sulsel.

Dirinyanya meminta, NH harus 'move on'. Sebegai sesepuh Golkar, NH seharusnya bersikap menyejukkan. Memberi masukan untuk kemajuan Golkar Sulsel.

"Bapak NH jangan bikin kacau terus di Sulsel. Move on lah. Beri kesempatan kepada pengurus saat ini. Bapak itu senior loh. Harusnya memberikan pencerahan bukan sebaliknya," katanya.

Dirinya menjelaskan, sebagai Wakil Ketua Bidang Pratama, Nurdin Halid tidak sepantasnya mencampuri apalagi membuat isu Golkar Sulsel bermasalah. Mengingat, Mahkamah Partai Golkar telah menolak dan tidak ada gugatan yang disidangkan.

"Artinya DPP melihat musda dan apa yang dilakukan Taufan Pawe di Golkar Sulsel sudah on the track. Tidak ada masalah," katanya.

Soal isu perpecahan, dirinya menjelaskan hal itu disebabkan NH itu sendiri. NH masih ingin mengendalikan Golkar Sulsel. Sialnya, ada beberapa kader 'masih termakan' omongan NH.

Baginya, kader tersebut lebih mendengar Nurdin Halid ketimbang perintah Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk F Paulus yang telah mengesahkan kepengurusan Golkar Sulsel dibawah kepemimpinan Taufan Pawe.

"Ketua umum Golkar itu Airlangga Hartarto, bukan Nurdin Halid. Jangan tindakan dia seakan-akan melebihi ketua umum dan sekjen," tegasnya.

"Yang saya kasihan itu kader yang masih mau diperalat sama NH. Saya tidak perlu bilang. Tapi kader Golkar Sulsel pasti tahulah," ungkapnya.

Dirinya membeberkan, saat ini Golkar Sulsel dan 24 DPD II fokus bekerja menyambut Pemilu 2024 mendatang. Tak hanya itu, Golkar Sulsel terus bergerak menaikkan elektoral Golkar dan Ketua Umum Airlangga Hartarto.

Terbaru, Ketua Golkar Sulsel Taufan Pawe menyiapkan Liga Beringin Sulsel memperebutkan piala bergilir Ketua Umum Airlangga Hartarto.

"Lihat, kita fokus bekerja menaikkan elektoral partai dan bapak Airlangga. Sementara dia terus buat isu perpecahan. Kalau tidak bisa memberi masukan positif dan menambah kekuatan, lebih bagus diam," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Biro Pemuda Golkar Sulsel, Hasri Jack mengatakan, sejak Taufan Pawe secara resmi menjadi Ketua Golkar Sulsel hinga dilantik, isu melemahkan Taufan Pawe terus digaungkan oleh Nurdin Halid (NH) dan kawan-kawan.

"Jadi siapa sebenarnya trouble makernya," katanya.

Hasri Jack kembali mengingatkan ulah NH dan kawan-kawan yang terbaru. Pada saat acara Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi jadi kader Golkar, Nurdin Halid menyebutkan kepengurusan Taufan Pawe tidak sah.

"Itu sama saja mencoreng keputusan ketua umum bapak Airlangga dan bapak sekjen Lodewijk yang menandatangani SK kepengurusan bapak TP," katanya.

Dirinya menegaskan, dibawah komando Taufan Pawe, kepengurusan Golkar Sulsel solid. 24 musda kabupaten/kota sukses. Tak hanya itu, Taufan Pawe pemimpin yang dihormati. Betapa tidak, dirinya menghapuskan tradisi 'setoran di bawah meja' yang dulunya merusak Partai Golkar.

"Saya tegaskan kami Golkar Sulsel solid. Semua agenda partai kini berjalan. Musda sukses. Tidak seperti sebelumnya. Kita tahukan ada Plt ketua bertahun-tahun. Apalagi sudah tidak ada bayar-bayaran tidak resmi. Inikan memudahkan kader dalam mendapatkan haknya. Siapa tidak bangga dengan Golkar Sulsel saat ini," pungkasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan