Kehadiran Pelita Air Dapat Menyeimbangkan Industri Pesawat Terbang di Indonesia

  • Bagikan

“Kalau memang mau mewujudkan keseimbangan di bisnis penerbangan, bolanya ada di Kementerian Perhubungan untuk membuat atau mengubah aturan yang ada misal terkait tarif, rute dan frekuensi penerbangan, model bisnis dll sehingga iklim bisnis penerbangan menjadi lebih baik dan adil. Erick Tohir bisa minta Menhub Budi Karya untuk memperbaiki iklim bisnis di penerbangan nasional.” Jelasnya.

Lanjut Gatot, di Indonesia harga tiket masih menjadi penentu calon penumpang memilih menggunakan pesawat, jadi menurutnya jika Pelita Air lebih mahal tarifnya daripada swasta tidak akan menjadi pilihan oleh masyarakat.

“Jadi apa pun yang mau dilakukan maskapai, kalau harganya lebih mahal dari tetangga sebelah, juga tidak akan dipilih masyarakat.” Bebernya.

Selain itu, Gatot menyarankan, Pelita Air tidak hanya fokus pada pasar domestik melainkan juga mencoba menggarap penerbangan internasional.

“Kalau untuk dalam negeri, memang pasarnya terbuka lebar, karena pasca pandemi banyak masyarakat yg ingin terbang. Tapi saran saya, Pelita bisa kerjasama dengan maskapai lain untuk penerbangan ke luar negeri.” Tuturnya.

“Misalnya codeshare atau kerjasama lainnya dengan Garuda atau maskapai luar negeri. Karena penumpang luar negeri sekarang juga sedang booming dan banyak penumpang pesawat di dalam negeri yang sebenarnya juga ingin terusan terbang ke luar negeri dan sebaliknya. Jadi antara dalam dan luar negeri seimbang, walaupun yang luar negeri itu hanya kerjasama dengan maskapai lain, tapi tetap ada pendapatan bagi Pelita. ” Tutupnya.

  • Bagikan