Tanggap Darurat Banjir Bandang dan Longsor, Ridwan Kamil Kucurkan Rp500 Juta untuk Kabupaten Bogor

  • Bagikan
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau lokasi bencana di Desa Purasari, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Minggu (26/6). (Humas Pemkab Bogor/Antara)

FAJAR.CO.ID, BOGOR -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberi bantuan senilai Rp500 juta untuk tanggap darurat banjir bandang dan longsor. Bencana itu terjadi di wilayah Pamijahan dan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

”Setelah proses tanggap darurat, selanjutnya adalah proses rekonstruksi atau pemulihan yang harus kita monitor secara umum. Tolong hitung secara terukur kebutuhannya, wilayah yang terdampak harus kembali normal segera,” kata Ridwan Kamil seperti dilansir dari Antara saat meninjau lokasi bencana di Desa Purasari, Leuwiliang, Bogor, Minggu (26/6).

Menurut dia, dana Rp 500 juta itu khusus untuk penanganan tanggap darurat. Sedangkan dana untuk proses rekonstruksi bisa diajukan Pemerintah Kabupaten Bogor ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sehingga pemakaiannya bisa dikombinasikan.

Di samping itu, kehadiran gubernur juga untuk memastikan ketersediaan tempat pengungsian. Dia berpesan kepada pemerintah daerah agar meringankan kebutuhan sehari-hari korban bencana, terlebih bagi yang sudah kehilangan harta dan bendanya.

”Saya ucapkan terima kasih, upaya gotong royong kita ini luar biasa, sehingga tidak perlu berlama-lama untuk mengembalikan keadaan kembali normal,” ujar Ridwan Kamil.

Dia juga memohon kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak mengganggu aliran sungai serta menjadikan banjir bandang dan longsor sebagai pelajaran. Sehingga, tidak menyebabkan bencana di kemudian hari.

”Negara harus tegas terhadap hal ini, karena (aliran sungai) menyangkut hajat hidup orang banyak. Jangan sampai karena satu dua orang yang tidak mau paham, akhirnya yang dikorbankan masa depan orang banyak karena terjadi bencana,” tutur Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menyebutkan, Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah yang banyak diberkahi air di Jawa Barat. Kabupaten Bogor juga merupakan daerah yang memiliki intensitas hujan tinggi.

”Jadi urusan air, urusan hujan harus jadi berkah, jangan sampai jadi musibah karena kita tidak pakai ilmu untuk memahami takdir Allah dan menjalani kehidupan,” ujar Ridwan Kamil.

Sebelumnya, hujan deras di wilayah barat Kabupaten Bogor pada Rabu (22/6) mengakibatkan banjir bandang dan longsor di Desa Cibunian Kecamatan Pamijahan, serta Desa Purasari Kecamatan Leuwiliang. Bencana tersebut menelan tiga korban jiwa, kemudian menyebabkan kerusakan rumah warga dan memutuskan sejumlah akses jalan dan jembatan. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan