Prihatin Atas Makin Banyaknya Korban Bank BNI,  Solidaritas Masyarakat Anti Kejahatan Tuntut Perhatian Pemerintah

  • Bagikan
Demo Solidaritas Masyarakat Anti Kejahatan - Bank BNI (SMAK-BNI) di depan Kantor BNI Makassar. (Dok Fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Kasus raibnya deposito nasabah Bank BNI Makassar terus bergulir. Meskipun Hakim Pengadilan Negeri Makassar telah membacakan vonis kepada terdakwa MBS dan menyatakan pihak Bank BNI bertanggung jawab, namun belum ada kepastian dari pihak Bank BNI mengenai pengembalian dana para korban.

Telah diketahui bahwa Melati B.Sombe dijatuhi pidana penjara selama 10 (sepuluh) tahun penjara dan denda sebesar Rp10 miliar, subsider 4 bulan kurungan. Hakim juga menambahkan secara yuridis hukum, terdakwa dan Bank BNI tidak dapat dipisahkan. Perbuatan tersebut dilakukan saat terdakwa sebagai karyawan Bank BNI Cabang Makassar dan Bank BNI Cabang Makassar juga harus mempunyai tanggung jawab terkait dana nasabah tersebut yaitu IMB (Dana Rp45 miliar) dan H (Rp20 miliar).

Melihat lambannya pertanggungjawaban Bank BNI terhadap para korban, Solidaritas Masyarakat Anti Kejahatan - Bank BNI (SMAK-BNI) menyatakan keprihatinannya pada aksi damai di depan kantor Bank BNI Wilayah 07, Jalan Jenderal Sudirman No 1 Makassar, Senin, (27/06/2022).

Menurut Ketua SMAK-BNI, Sawaluddin Arief menyatakan bahwa tindak pidana perbankan dapat menimpa siapa saja, namun belum ada aturan yang jelas terkait perlindungan korban dan pengembalian dana nasabah.

“Kepercayaan masyarakat kepada Bank BNI telah disia-siakan oleh manajemen Bank BNI sehingga kami merasa terpanggil untuk menyampaikan pernyataan kepada seluruh masyarakat. Tindak pidana perbankan dapat menimpa siapa saja karena lemahnya regulasi dan pengawasan internal serta pihak terkait yaitu OJK dan Kementerian BUMN,“ ucap Sawaluddin Arief.

  • Bagikan