Yenny Wahid Soroti Cak Imin yang Sudah 18 Tahun Pimpin PKB, Ikuti Contoh Tidak Baik PDIP

  • Bagikan
Cak Imin dan Yenny Wahid

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, menyinggung soal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang seakan dipersonalisasi.

Yenny Wahid menyinggung partai yang didirikan oleh ayahnya tersebut telah dipersonalisasi oleh Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Yenny Wahid menyoroti bagaimana Cak Imin memimpin PKB selama 18 tahun dan bahkan membuat tokoh senior seperti Mahfud MD keluar dari partai tersebut.

Ahli hukum tata negara sekaligus pengamat politik, Refly Harun, menganggap persaingan di internal partai politik adalah wajar.

Namun, ia menggarisbawahi soal idealnya lama masa jabatan ketua umum partai politik yang sebaiknya jangan seumur hidup.

Tetapi, ia juga tak bisa memungkiri yang dicontohkan oleh partai senior adalah masa jabatan ketua umum yang seakan tidak terbatas yang menurutnya hal tersebut tidak baik.

“Cuman memang soalnya adalah contohnya, contoh tidak baik bagi kita,” ujar Refly Harun di kanal YouTube-nya pada Minggu (26/6).

Ia mencontohkan PDI Perjuangan (PDIP) yang belum pernah mengalami pergantian kepemimpinan tapi justru menang 3 dari 5 kali Pemilihan Umum (Pemilu) di era Reformasi.

“Jadi partai yang belum pernah mengalami pergantian kepemimpinan itu adalah PDIP yang justru menang 3 kali dalam Pemilu,” ujar Refly Harun.

Refly Harun menyoroti kemungkinan PKB mencontoh PDIP dengan tidak mengganti ketua umumnya dalam kurun waktu yang lama.(wartaekonomi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan