Lima Provinsi akan Uji Coba Penjualan BBM Subsidi Pakai MyPertamina

  • Bagikan
Salah satu pelanggan melakukan transaksi pembayaran BBM menggunakan aplikasi MyPertamina. (istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Sistem baru pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi akan diterapkan. PT Pertamina Patra Niaga membagikan link pendaftaran untuk membeli pertalite dan solar dengan menggunakan aplikasi digital, MyPertamina.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution menyatakan, hal itu dilakukan untuk memastikan mekanisme penyaluran tepat sasaran. Masyarakat juga tidak perlu khawatir apabila tidak memiliki aplikasi MyPertamina.

Pasalnya, pendaftaran dilakukan di website MyPertamina. Yakni, https://subsiditepat.mypertamina.id/.

“Kami menyiapkan website yang dibuka pada Jumat (1/7),” katanya melalui keterangan resmi kemarin (27/6).

Masyarakat yang merasa berhak menggunakan pertalite dan solar dapat mendaftarkan datanya melalui website itu. Kemudian, menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar.

Alfian menyebutkan, pengguna yang terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukkan bahwa data mereka telah cocok sehingga dapat membeli pertalite dan solar.
“Jika seluruh data sudah cocok, konsumen dapat melakukan transaksi di SPBU dan seluruh transaksinya akan tercatat secara digital,” imbuhnya.

Dengan begitu, sambung Alfian, Pertamina dapat mengenali siapa saja konsumen pertalite dan solar. Hal itu juga bisa menjadi acuan dalam membuat program ataupun kebijakan terkait dengan subsidi energi bersama pemerintah sekaligus melindungi masyarakat yang saat ini berhak menikmati bahan bakar bersubsidi.

Direncanakan, uji coba awal akan dilakukan di beberapa kota atau kabupaten yang tersebar di lima provinsi. Yakni, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan Jogjakarta.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, hingga saat ini, pemerintah masih memberikan subsidi pada harga jual BBM. Pemberian subsidi itu bertujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah melambungnya harga minyak dunia.

“Kalau tidak, seluruh BBM itu sudah naik paling tidak 2 kali lipat, tapi kita tidak pass-through itu sehingga subsidi harus naik,” ujarnya pada acara Merdeka Belajar Kemendikbudristek kemarin (27/6).

Pada asumsi awal pemerintah dan DPR, harga minyak ada di level USD 65 per barel. Kini, harga minyak mencapai level USD 120 per barel. “Subsidi juga dinikmati dalam bentuk listrik. Begitu juga dengan pertamax, itu masih jauh di bawah harga. You actually enjoy subsidy,” tuturnya.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, subsidi membuat belanja negara naik menjadi Rp 3.106 triliun dari desain awal Rp 2.750 triliun.(jpc/fajar)

PROVINSI YANG UJI COBA PEMBELIAN BBM SUBSIDI DENGAN APLIKASI

– Sumatera Barat

– Kalimantan Selatan

– Sulawesi Utara

– Jawa Barat

– Jogjakarta

  • Bagikan