Sama-sama dari Militer, Pasangan Prabowo-AHY Bisa Menang di Pilpres 2024, Asal…

  • Bagikan
Prabowo Subianto menerima kedatangan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/6)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyoroti pergolakan politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal ini salah satunya terkait pasangan Prabowo Subianto dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Keduanya, memiliki jejak militer membuat paradigma politik bergejolak.

Hal itu ditanggapi Refly Harun melalui video di akun YouTube pribadinya. Dalam video tersebut, Refly Harun menyebut bahwa diantara keduanya, tidak masalah jika dipasangkan untuk Koalisi pilpres 2024, yang terpenting ialah adanya kemistri antara hubungan keduanya.

"Pasangan prabowo-AHY juga bisa, ga soal kalaupun sama-sama militer. Yang penting chemistry keduanya bisa jalan. Karena orang tidak lagi melihat militer dengan militer saat ini. Sipil-Militer itu gak lagi menjadi paradigma," ungkap Refly Harun melalui video dari kanal YouTubenya, dikutip Selasa (28/6).

Lanjut, Refly Harun mengatakan bahwa dimulai dari 2004, paradigmanya ialah Jawa dan Luar Jawa, Sipil Militer, dan Islam Nasionalis.

"Pada tahun 2004, paradigmanya adalah Jawa dan luar Jawa. Kemudian Sipil Militer, kemudian, Islam nasionalis. Dan ketika SBY-JK memenangkan itu, maka 3 pakem itu terjadi. Yaitu pakem Militer dan Non Militer. SBY Militer, JK Non Militer Islam Nasionalis, JK dianggap representasi Islam walaupun tidak indentik banget karena dia bukan identik dengan NU Muhammadiyah. Tapi paling tidak, ada bau-bau itu. Sementara SBY mewakili Nasionalis dan jawa luar jawa," tutur Refly Harun.

Kemudian, Refly Harun menuturkan terkait jejak SBY yang juga turut menang Pilpres lantaran memakai latar belakang Militer dan Non Militer.

  • Bagikan