Agar Tak Senasib dengan Holywings, Pengusaha THM Wajib Baca Aturan Ini

  • Bagikan
Penutupan Holywings di Surabaya. (Rafika Yahya/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengimbau kepada manajemen atau pengusaha kafe, restoran, hingga bar (THM) tidak melakukan promosi dengan cara yang menyinggung suku, agama, dan ras (SARA).

Hal ini belajar dari kasus yang terjadi pada restoran dan bar Holywings, yang kini dicabut izin operasionalnya.

Holywings ketahuan mempromosikan alkohol gratis untuk pemilik nama Muhammad dan Maria.

“Kami minta Holywings dan semua resto, kafe maupun bar, agar dalam pemasaran menggunakan cara-cara lain, lebih bijak. Jangan sampai bersentuhan dengan masalah SARA,” kata Ariza di Balai Kota DKI, Rabu (29/6).

“Indonesia negara sangat plural, beragam, sangat heterogen, kebinekaan harus dijaga dan dihormati bersama,” imbuhnya.

Selain soal promosi alkohol berbau SARA tadi, Holywings juga disebut melanggar perizinan.

“Penggunaan atau konsumsi minuman alkohol belum dapatkan izin, yang ada baru penggunaan minuman alkohol dibawa pulang. jadi belum bisa digunakan di tempat tersebut,” kata Riza.

Pemprov DKI Jakarta resmi mencabut izin usaha seluruh outlet Holywings yang ada di Jakarta.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta Benny Agus Chandra menjelaskan pencabutan tersebut sudah sesuai arahan Gubernur Anies Baswedan untuk bertindak tegas.

Beberapa outlet Holywings Group yang berada di wilayah DKI Jakarta terbukti belum memiliki sertifikat standar Klasifikasi Baku Lingkungan Indonesia (KBLI) 56301 jenis usaha bar yang telah terverifikasi.

Sertifikat standar KBLI 56301 harus dimililiki oleh operasional usaha bar, yakni sebuah usaha yang kegiatannya menghidangkan minuman beralkohol dan non-alkohol.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan