MUI Sebut Kurban Saat Wabah PMK Aman dan Jangan Khawatir

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan meminta masyarakat tetap optimis dan tak perlu khawatir dengan adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Ia memastikan, masyarakat tetap bisa melakukan kurban dengan aman.

"Pertama kita harus optimis, kurban Iduladha tahun ini aman, nyaman. Sehingga tidak perlu terlalu khawatir," ujar Tambunan dalam diskusi online yang digelar Forum Merdeka 9 (FMB9) bertema “Amankah Berkurban Saat Wabah
Mengganas?” pada Rabu, (29/6/22).

Tambunan mengatakan, masyarakat perlu menyikapi wabah PMK ini secara proporsional dan profesional. Sebab, pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait telah mengantisipasi sejumlah kendala yang dapat menghambat jalannya hari raya kurban menjelang perayaan iduladha.

Karena itu, kata Tambunan, berkurban harus tetap dilakukan. Apalagi, dalam Islam, itu sesuatu yang sangat dianjurkan.

"Karena para ahli kita, itu sudah ada upaya-upaya untuk melakukan antisipasi. Karena itu, dalam perspektif MUI, berkurban ini memang sesuatu yang sangat dianjurkan," katanya.

Yang kedua, lanjut Tambunan, masyarakat harus melihat bahwa hewan yang dikurbankan harus sesuai kriteria yang disyariatkan yaitu sehat, kuat dan terbaik. Menurutnya, yang terbaik adalah yang sehat dan kuat secara fisik.

Berangkat dari dua hal tersebut jelasnya, ada empat kategori bagi hewan kurban sesuai Fatwa MUI No.32 Tahun 2022 yang ditandatangani tangal 31 Mei 2022 lalu. Empat kategori ini selanjutnya diharapkan dapat menjadi panduan menyembelih hewan kurban di tengah penyebaran infeksi PMK.

  • Bagikan