MUI Sebut Kurban Saat Wabah PMK Aman dan Jangan Khawatir

  • Bagikan

"Pertama, hewan kurban harus kuat dan sehat. Kalau ada gejala klinis ringan misalnya mulutnya mengeluarkan air liur, tapi masih kelihatan gagah, bisa," jelas Tambunan.

Kedua, hewan ternak yang masih dalam gejala awal PMK, seperti flu berat dan nafsu makannya turun masih bisa dikurbankan. Asalkan, tambahnya, harus disembelih dan dimasak sesuai standar kesehatan.

"Kalau ada hewan kurban yang sudah mulai kelihatan flu berat. Misalnya sudah letih lesu, tidak punya nafsu makan, terus air liurnya keluar, tapi masih bisa makan, bisa dikurbankan. Cepat-cepat disembelih dan dimasak dengan cara sesuai standar kesehatan. Oleh karena itu, saya katakan jangan khawatir," kata Tambunan.

"Tapi kalo sudah lemah, kelihatan kurus, maka itu tidak sah untuk dikurbankan," tegasnya.

Sementara jikalau ada ternak yang sakit, namun segera disuntik vaksin kemudian sembuh, itu sah dikurbankan dengan rentang waktu penyembelihannya 10-13 Dzulhijah. Sebab kata Tambunan, itu artinya di hari
tasyrik.

Keempat, kalau dia sakit kemudian sembuh. Tapi sembuhnya sudah di luar tanggal 13 atau di luar hari tasyrik, maka tidak sah sebagai kurban. Dia hanya sebagai sedekah biasa.

"Nah karena itu, saya ingin mengajurkan, kalo ada sapi atau hewan kurban yang sulit disembuhkan, ya cepat-cepat disembelih dan dimasak dengan cara sesuai standar kesehatan. Oleh karena itu, saya katakan jangan khawatir," tegasnya.

Lebih lanjut, Tambunan menyampaikan, wabah PMK merupakan tanggung jawab semua pihak. Baik pemerintah, peternak bahkan media. Karena itu, Tambunan menyampaikan apresiasi karena telah diundang sebagai narasumber.

  • Bagikan