Tak Punya Pengaruh Kuat, Rocky Gerung Bilang Harusnya Jokowi Utus JK atau SBY Berdiplomasi

  • Bagikan
Presiden Jokowi naik kereta api menuju Kiev Ukraina selama 12 jam (ist)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Pengamat Politik Rocky Gerung, mengomentari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melanjutkan kunjungan kerja ke Ukraina setelah menghadiri rangkaian pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 (28/06/2022).

Rocky Gerung menilai Presiden Jokowi belum memiliki pengaruh kuat untuk mencoba mendamaikan Ukraina dan Rusia.

Menurut dia, Jokowi lebih baik mengirim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atau Jusuf Kalla (JK) yang lebih berpengalaman dalam diplomasi.

Hal itu disampaikan Rocky Gerung dalam kanal Youtube pribadinya, pada Rabu 29 Juni 2022.

"Kalau sekedar ketokohan pak Jokowi bisa kirim beberapa orang yang mungkin justru diterima Pak JK misalnya Pak SBY yang punya pengalaman diplomasi," ujar Rocky Gerung.

Rocky Gerung juga menilai kedatangan Jokowi tidak akan dianggap. Menurutnya, Jokowi hanya ingin membuat heboh pemberitaan Tanah Air.

"Kan gak dianggap di luar negeri. ini ngapain presiden?" kata Rocky Gerung.

Seperti diketahui, usai menghadiri KTT G7 di Jerman, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Iriana beserta rombongan terbatas berangkat menuju Kyiv di Ukraina tepat pada pukul 21.15 waktu setempat, Selasa, 28 Juni 2022.

Dikutip dari akun Twitter resminya, Jokowi tampak meninggalkan Jerman menggunakan pesawat ke Polandia.

"Dari Bandara Munich, Jerman, Selasa pagi ini, saya menuju Rzeszow, kota di Polandia yang letaknya 80 km dari perbatasan Ukraina," ujar Jokowi seperti dikutip dari akun Twitter pribadinya, pada Rabu 29 Juni 2022.

Jokowi mengatakan akan meneruskan perjalanannya ke Ukraina menggunakan kereta api.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan