Pukul Pria yang Cabuli Putrinya, Ayah di Samarinda Jadi Terdakwa

  • Bagikan
ASD dengan didampingi dua penasihat hukumnya saat menghadiri persidangan yang menetapkannya sebagai terdakwa, karena menampar wajah pelaku yang mencabuli anaknya. Foto : Penasihat Hukum Terdakwa untuk JPNN.

FAJAR.CO.ID, SUNGAI KUNJANG - Kisah pilu dialami seorang Ayah di Samarinda berinisial ASD. Pria 43 tahun tersebut menjadi terdakwa karena telah menampar wajah pelaku yang menCabuli Putrinya.

ASD ditetapkan sebagai terdakwa oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Samarinda di dalam persidangan berkas perkara bernomor 250/Pid.B/2022 PN Smr yang berlangsung Rabu (29/6) sore.

Ayah kandung korban pencabulan ini dijerat jaksa penuntut umum (JPU) dengan Pasal 351 KUHPidana ayat 1 Undang-undang Hukum Pidana tentang penganiayaan, ancaman hukuman penjara paling lama 2,8 tahun.

Di hadapan Ketua Majelis Hakim Yulius Christian Handratmo, JPU Ary Sepdiandoko membacakan perihal perkara yang menjerat ASD. Bermula saat Ayah korban pencabulan tersebut mendapati putrinya yang pulang dengan keadaan sedang menangis.

Kepada terdakwa, korban mengaku telah dicabuli oleh seorang pria berinisial AS (40) dengan cara dicium. Perbuatan amoral dilakukan pelaku terhadap korban terjadi pada Kamis (15/7/2021) lalu sekitar pukul 15.00 WITA.

Peristiwa yang dialami korban berusia 9 tahun tersebut terjadi di rumah keluarga pelaku AS, tidak jauh dari kediaman korban di Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. ASD yang tidak terima anak perempuannya dicabuli segera mendatangi pelaku AS.

ASD yang terlanjur naik pitam lantas melayangkan tamparan keras sebanyak dua kali tepat di bagian wajah pria sontoloyo tersebut.

Lantaran tetap tidak mengakui perbuatan bejatnya, Ayah korban kembali memberikan pukulan keras ke arah tahan dan telinga AS. Singkat cerita, perkelahian itu terhenti seusai keduanya dipisahkan oleh warga setempat.

  • Bagikan