Anggap Kesalahan, Santri Jawa Timur Gugat Putusan Pernikahan Beda Agama

  • Bagikan
Ilustrasi Pernikahan Beda Agama

FAJAR.CO.ID, SURABAYA -- Putusan pernikahan beda agama yang disahkan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya digugat sejumlah pihak. Salah satunya sekelompok santri atau alumni sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur (Jatim).

Para santri yang menggugat PN Surabaya itu, M. Ali Muchtar, Tabah Ali Susanto, Ahmah Khoirul Gufron, dan Shodiku. Gugatan didaftarkan 23 Juni, dengan Nomor Perkara 658/Pdt.G/2022/PN Sby.

Salah satu penguggat, Ali Muchtar menjelaskan, pihaknya merasa resah dengan keputusan PN Surabaya itu. Mereka pun melakukan perlawanan secara hukum. ”Putusan itu, kami ketahui lewat media dan ketika kami ketahui itu putusan sudah inkrah. Tapi kami mau menegakkan kebenaran, kami harus melawan secara hukum,” kata Ali pada Jumat (1/7).

Perlawanan itu diharapkan mampu mencabut putusan pernikahan beda agama tersebut. Sebab, kata dia, putusan pernikahan beda agama itu merupakan kesalahan.

Dia melihat berdasar aturan agama Islam, peraturan pernikahan beda agama tidak disahkan. Dengan demikian, putusan PN melanggar kaidah agama.

Da khawatir bila tak dilawan, PN Surabaya bakal mengabulkan lagi pernikahan beda agama. Padahal menurut mereka, putusan itu sudah menyalahi undang-undang (UU) dan syariat agama.

”Nanti putusan-putusan seperti ini banyak dilahirkan PN. Padahal UU Perkawinan enggak membolehkan, syariat Islam juga enggak membolehkan, syariat Kristen juga,” papar Ali.

Ali memahami bahwa PN Surabaya memberi putusan pernikahan beda agama sebagai pemenuhan hak asasi manusia (HAM) pemohon. Meski baru ada 1 pemohon yang diputuskan, dia merasa putusan itu harus dihentikan sesegera mungkin.

Bila putusan itu dipenuhi terus menerus, dia khawatir pernikahan beda agama akan seterusnya diperbolehkan dan disahkan.

”Kalau pertimbangan putusan itu adalah HAM, kalau mau berlogika HAM, nanti ketika ada permohonan ke PN takutnya nikah sejenis dibolehkan. Dengan alasan HAM nikah antara laki-laki dikabulkan, nikah sesama perempuan dikabulkan, nikah sedarah dikabulkan, bahkan nikah dengan kambing dikabulkan,” papar Ali.

  • Bagikan