Bukan Oligarki, Arief Poyuono Blak-blakan Soal Pemodal SBY di Pilpres 2004

  • Bagikan
Arief Poyuono

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Politisi Partai Gerindra, Arief Poyuono, secara blak-balakan menyebutkan sosok pemodal SBY jadi presiden di tahun 2004 silam.

Arief Poyuono menanggapi persoalan ambang batas presiden atau presidential threshold (PT) 20 persen yang dianggap mengunci demokrasi Indonesia.

Arief Poyuono berpendapat bahwa ambang batas pencalonan presiden memang diperlukan agar para tokoh yang berkeinginan menjadi calon presiden berusaha keras.

“Perlu, biar tokoh-tokoh yang ingin jadi presiden itu berusaha keras untuk bisa mendapatkan tiket di Pilpres,” ujar Arief Poyuono di kanal YouTube Total Politik yang ditayangkan pada Kamis (30/6).

Sebelumnya seorang tokoh politik menyebutkan bahwa biaya untuk mencalonkan diri sebagai presiden mencapai ratusan milyar.

Ditambah dengan adanya ambang batas pencalonan presiden, orang baik tidak bisa mengikuti pemilihan presiden karena faktor-faktor tersebut.

Terkait hal tersebut, politisi Partai Gerindra itu tak sependapat bahwa biaya pencalonan presiden mencapai ratusan milyar.

Ia mengatakan bahwa Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak mengeluarkan uang sebanyak itu, bahkan ada yang memberikan modal.

Ia menambahkan bahwa yang memberi SBY modal untuk menjadi calon presiden di 2004 adalah rakyat, saat itu istilah oligarki belum sepopuler sekarang.

“Ah nggak juga. Memang Pak SBY keluar ratusan milyar? Enggak, ada yang modalin. Lho, bener lho yang modalin Pak SBY waktu itu rakyat, belum ada oligarki-oligarkian,” ujar Arief.(wartaekonomi/fajar)

  • Bagikan